Mobil Hanyut di Tuban

Kronologi Mobil Datsun Go Hanyut di Sungai di Tuban yang Meluap Hingga Menewaskan 2 Bersaudara

Begini kronologi mobil hanyut di sungai yang meluap di Tuban hingga menyebabkan 2 bersaudara tewas terjebak dalam kabin kendaraan

Editor: eben haezer
ist
Warga dan petugas bersama-sama berusaha mengevakuasi mobil Datsun Go yang hanyut di sungai di Tuban hingga menewaskan 2 bersaudara yang terjebak di dalamnya. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sebuah mobil yang ditumpangi 2 orang bersaudara terjun dan hanyut di sungai di dusun Banaran, Desa Sidotentrem, kecamatan Bangilan, kabupaten Tuban, Minggu (2/4/2023) petang.

AKibat kejadian itu, dua bersaudara Alvi Nararya Hardian Sabastyar (28) dan adiknya, Alfrio Anfasay Hardian Maula (21), tewas terjebak di dalam kabin mobil. 

Kapolsek Bangilan, Iptu Rukandar, mengatakan mobil Datsun Go itu terperosok kemudian hanyut ke sungai dengan kedalaman sungai sekitar 4  meter.

Baca juga: BREAKING NEWS - Mobil Plat L Terjun dan Hanyut di Sungai Banaran di Tuban, Penumpang 2 Orang

Mobil ditumpangi dua orang yaitu Alvi Nararya Hardian Sabastyar (28) sebagai pengemudi dan Alfrio Anfasya Hardian Maula (21), Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, yang berdomisili di Desa Sidokumpul, kecamatan setempat. 

"Mobil tercebur ke sungai kedalaman 4 meter terseret arus sekitar 100 meter dari titik jatuh, kedua korban ditemukan meninggal dunia terjebak di dalam mobil," ujarnya. 

Kapolsek menjelaskan, saat kejadian hujan deras mengguyur dan air menggenangi jalan desa sekitar 50 cm yang berada di dekat sungai. 

Mobil tiba-tiba terperosok kemudian hanyut ke dalam sungai tersebut, diduga pengemudi tidak konsentrasi saat melihat kondisi jalan. 

Baca juga: Mobil yang Hanyut di Sungai di Tuban Akhirnya Ditemukan, Dua Penumpangnya Tewas Terjebak di Kabin

Setelah dilakukan proses pencarian oleh tim gabungan TNI, Polri dan BPBD, kedua korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 22.15 WIB. 

Polisi telah mengamankan barang bukti mobil tersebut. 

"Keduanya mengalami luka memar, pihak keluarga tidak menginginkan autopsi dan minta untuk langsung dimakamkan," pungkasnya.

(m sudarsono/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved