Senin, 20 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Kasus TB di Tulungagung Banyak Ditemukan Lewat Praktik Dokter Swasta

Dinkes Tulungagung meningkatkan tata laksana penanganan pasien TB ke RS Swasta dan praktik dokter swasta karena banyak temuan di sana.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
ilustrsi - Ruang pengambilan sampel dahak, salah satu fasilitas untuk menjaring suspect TBC. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung tengah meningkatkan tata laksana penanganan pasien tuberkulosis (TB).

Salah satunya dengan memperluas sistem penjangkauan di rumah sakit swasta dan dokter praktik mandiri.

Menurut Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, Didik Eka, temuan suspect  (terduga) mencapai 101 persen dari angka terduga yang ditetapkan.

Baca juga: Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera Aktif Menjaring dan Mendampingi Pengobatan Pasien TBC di Tulungagung

Sebelumnya Dinkes Tulungagung dibebani target angka terduga sebanyak 13.000 orang lebih, dan bisa menjangkau di atas angka tersebut.

“Target terduga ini antara lain orang-orang yang menjadi kontak erat pasien. Ada target untuk mengetes 13.000 orang, dan kami mencapai 101 persen dari target itu,” terang Didik.

Sementara angka temuan pasien sebanyak 1.332 orang, dari target yang ditetapkan sebanyak 2.447 orang, atau 54,43 persen.

Pembaruan tata laksana ini salah satunya memperkuat sistem penemuan pasien.

Baca juga: Dinkes Tulungagung Temukan 1.332 Pasien TBC Baru Sepanjang 2022

Diharapkan semakin banyak pasien ditemukan sedini mungkin sehingga bisa diobati.

“Kami bekerja sama dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Tulungagung, melibatkan 80 dokter yang ada di Puskesmas, klinik dan dokter praktik mandiri,” sambung Didik

Didik mengungkapkan, selama ini temuan pasien TB di dokter rumah sakit swasta yang paling tinggi.

Dari seluruh sampel terduga TB, 17 persen di antaranya dinyatakan positif TB.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding temuan Puskesmas yang hanya 7 persen dari sampel terduga, dan rumah sakit yang hanya 9 persen dari sampel terduga.

“Karena itu dokter praktik swasta ini potensi, ini menjadi kekuatan kita untuk menemukan lebih banyak pasien TB,” tegas Didik.

Dinkes juga menekankan sistem penjangkauan terduga TB di rumah sakit swasta.

Sebab dari 10 rumah sakit swasta yang ada, 2 di antara belum melaporkan temuan terduga TB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved