Selasa, 14 April 2026

Nyepi 1945 Saka

Begini Penampakan Ogoh-ogoh di Pakisaji Malang yang Diarak Jelang Hari Raya Nyepi 1945 Saka

Menjelang Hari Raya Nyepi 1945 Saka, umat Hindu di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang menggelar upacara Tawur Agung dan pawai ogoh-ogoh.

Editor: eben haezer
lu'lu'ul isnainiyah
Umat Hindu di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang menggelar pawai ogoh-ogoh dan upacara Tawur Kesanga   

TRIBUNMATARAMAN.COM - Menjelang Hari Raya Nyepi 1945 Saka, umat Hindu di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang menggelar upacara Tawur Agung dan pawai ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh adalah sebuah patung besar yang dibuat dari bahan-bahan seperti bambu, kayu, dan kertas.

Tradisi Ogoh-ogoh dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi. Di hari itu, masyarakat berkumpul di desa atau kota mereka masing-masing untuk membuat Ogoh-ogoh. Setiap desa atau kota biasanya membuat satu Ogoh-ogoh yang berbeda-beda, dengan desain dan tema yang beragam.

Baca juga: Hari Raya Nyepi 1945 Saka, Berikut Jadwal dan Rute Pawai Ogoh-ogoh di Kabupaten Blitar Hari ini

Proses pembuatan Ogoh-ogoh sendiri memakan waktu cukup lama dan melibatkan banyak orang. Mulai dari merancang desain hingga membuat patung tersebut, semua dilakukan secara gotong royong.

Setelah Ogoh-ogoh selesai dibuat, patung tersebut akan diarak keliling desa atau kota oleh masyarakat setempat. Selama prosesi arak-arakan, masyarakat memukul Ogoh-ogoh dengan bambu dan kain untuk mengusir roh jahat.

Setelah arak-arakan selesai, Ogoh-ogoh biasanya dibakar di tempat yang sudah disiapkan sebelumnya. Hal ini melambangkan pembersihan dari roh jahat dan kesalahan yang ada di dalam diri manusia, sehingga dimulai dengan awal yang bersih dan positif pada Hari Raya Nyepi.

Terkait pawai Ogoh-ogoh di Pakisaji Kabupaten Malang, satusan umat Hindu di Kabupaten Malang, pada Selasa (21/3/2023) berkumpul di Lapangan Desa Wonokerso untuk menghadiri rangkaian acara menjelang Hari Raya Nyepi. 

Mereka memadati lapangan dengan mengenakan pakaian ibadah khas umat Hindu. 

Baca juga: Penyeberangan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dan Gilimanuk Bali Akan Ditutup Saat Nyepi 1945 Saka

Baca juga: Mulai Besok Wisata Gunung Bromo Ditutup Untuk Perayaan Nyepi

Selain itu terlihat berbagai macam ogoh-ogoh yang nanti siap diarak untuk mengelilingi desa. 

Ketua Majelis PHDI Kabupaten Malang, Sutomo Adi Wijoyo mengatakan, ogoh-ogoh akan diarak setelah prosesi ibadah pada Tawur Kesanga selesai. 

"Setelah sembahyang, akan diarak (ogoh-ogok,red). Rutenya sudah diarahkan oleh Kapolsek Pakisaji," ujar Sutomo. 

Ia menyebutkan pawai akan diikuti oleh 11 ogoh-ogoh dari masing-masing desa di Kecamatan Pakisaji. 

Menurutnya ogoh-ogoh memang dibentuk dengan bentuk seram. Hal ini untuk mengekspresikan sifat-sifat jahat yang pada bhuta kala. Yang nantinya ogoh-ogoh ini akan dibakar usai diarak. 

"Nanti ada pembakaran, makanya ini diupacarai. Saat ini bhuta kala dihormati oleh umat Hindu, supaya tidak mengganggu semua umat yang mau melakukan penyepian," ujarnya. 

Sementara itu, pawai ogoh-ogoh dan Tawur Agung juga melibatkan dari beberapa unsur terkait untuk dilakukan pengamanan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved