Minggu, 10 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Lamongan

Polisi Masih Cari Penyebab Pekerja Pabrik Pengolahan Jagung Tewas di Mesin Conveyor

Polisi telah melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab kematian karyawan pabrik pengolahan jagung yang jasadnya ada di mesin conveyor. Hasilnya?

Tayang:
Editor: eben haezer
ist
Detik-detik pekerja pabrik pengolahan jagung di Lamongan ditemukan meninggal di dalam mesin conveyor. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Penyidik Polres Lamongan telah melakukan olah TKP dalam insiden kematian seorang karyawan pabrik pengolahan jagung di dalam mesin conveyor,.

Olah TKP dilakukan tim penyidik Unit IV pidana ekonomi (Pidek) Satreskrim Polres Lamongan yang dipimpin Kanit Pidek, Iptu Arif Setiawan.

Sebelumnya diberitakan, Fajar Muharram (30), karyawan PT Esa Sarwa Guna Adinata ditemukan meninggal di dalam mesin conveyor. 

Baca juga: Pekerja Pabrik Pengolahan Jagung Ditemukan Tewas Dalam Mesin Conveyor di Lamongan, Kecelakaan Kerja?

"Penyidik sudah melakukan olah TKP di Brondong berlangsung hingga dini hari tadi, " kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro saat dikonfirmasi terkait tindak lanjut insiden dugaan kecelakaan kerja tersebut, Selasa (14/2/2023).

Dia menambahkan, sampai kini penyidik belum menyimpulkan penyebab kematian korban apakah kecelakaan kerja atau karena ada faktor lain. 

Dari sejumlah saksi, termasuk Ilham Jihad Utama (27) dan Satpam Khoirunnaim (35), tidak satupun di antara mereka yang tahu pasti bagaimana korban sampai 'termakan' mesin pengolah jagung itu.

Satpam Khoirunnaim, tahu setelah mendapat laporan dari saksi Ilham Jihad Utama.

Sedangkan saksi Ilham melihat ketika masuk ruang conveyor setelah mendengar suara mesin yang ganjil (kasar) tidak seperti biasanya.

"Jadi waktu korban menuju ruang conveyor mesin sudah dalam keadaan mati. Itu kesaksian Ilham, " kata Anton yang  dibenarkan Kapolsek Brondong, AKP M. Lukman Hadi.

Saat olah TKP dilakukan, didapati kemungkinan saat itu korban terpeleset di dekat mesin, hingga terjungkal ke dalam mesin.

Korban mengenakan sepatu warna hitam dan berkaos kaki dengan memakai celana hitam. Itu dibuktikan penyidik ketika olah TKP berlangsung dan mendapati sisa  jasad korban yang tersisa yakni 2 kaki dari paha hingga ujung kaki.

Nampak kedua kaki korban di permukaan tidak sampai masuk mesin, karena saksi Ilham berhasil mematikan mesin. Jika mesin tidak sempat dimatikan, ada kemungkinan seluruh jasad korban masuk mesin dan tergilas habis.

"Saksi Ilham tidak kesampaian saat mau  menarik kedua kaki korban, " katanya.

Apa ada sabotase ? Anton mengatakan, bahwa penyidik Polres Lamongan telah bekerja secara profesional yang tidak mungkin berandai-andai.

Kronologi 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved