Kuliner

Sate Lilit Khas Bali Dengan Bumbu Kacang Ala Jawa Jadi Sajian Spesial Lotus Garden Hotel Kediri

Sate lilit khas pulau Bali yang dipadu dengan bumbu kacang ala sate dari Jawa, menjadi sajian istimewa di restoran Lotus Garden Hotel Kediri

Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/luthfi husnika
Sate lilit bumbu kacang yang jadi sajian spesial di Lotus Garden Hotel Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sate lilit dari daging sapi yang menjadi kuliner khas Pulau Bali, disajikan secara spesial di restoran Lotus Garden Hotel Kediri.

Pada umumnya, sate dikenal menggunakan tusuk dari bambu, namun berbeda dengan sate lilit ini menggunakan batang serai sebagai tusuknya.

Rasanya pun tentu berbeda karena sate daging lilit ini cenderung ke lebih gurih. 

Menu sate lilit daging sapi di Lotus Garden Hotel Kediri ini diolah menggunakan kolaborasi konsep antara Jawa Timur dengan Bali.

Selain itu ditambah menggunakan bumbu kacang, sambal, kacang panjang, toge, dan kangkung.

Iqbal Hamaki, Marcomm Lotus Garden Hotel mengatakan, sate daging lilit ini memiliki citra rasa lebih ke gurih dan bisa dimakan mulai pagi hari siang hingga malam. 

Adapun sate ini memakai bumbu kacang, sambal, sayuran yakni kacang panjang, toge, dan kangkung. Selain itu, menggunakan tusuk batang serai dengan tujuan agar dapat menambah aroma. 

"Ciri khas biasanya di Bali sambalnya matah, kalau di sini menggunakan konsep kolaborasi Jawa Timur dan Bali sehingga memiliki rasa yang berbeda," katanya, Selasa (20/12/2022).

Menurut Iqbal, pemilihan sambal kacang sendiri karena pada dasarnya masyarakat Jawa Timur terbiasa konsumsi sate berbalut bumbu kacang yang cenderung manis.

Selain itu yang menjadikan sate lilit ala Lotus ini unik adalah tambahan sayur mayur matang yang juga tersaji dalam satu porsi sate.

Dalam prosesnya, lanjut Iqbal, daging sapi yang sudah digiling diolah terlebih dulu dengan tambahan rempah-rempah khusus. 

Selanjutnya, baru dililitkan ke batang serai yang memasuki proses pemanggangan. Sedangkan, untuk sate daging lilit per porsi berisi lima tusuk dengan harga Rp 60 ribu. 

"Kalau makannya sesuai selera, tetapi kalau orang Jawa Timuran pasti memakai nasi," ungkapnya.

Menu ini bisa menjadi salah satu opsi kulineran bagi pengunjung atau wisatawan yang datang ke Kediri.

(luthfi husnika/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved