Erupsi Gunung Semeru
Pagi Ini Gunung Semeru Kembali Erupsi 2 Kali, Lontaran Material Lebih Dari 700 Meter
Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi Semeru terjadi lagi hari ini, dua kali yakni pada pukul 05:16 WIB dan 07:30 WIB.
TRIBUNMATARAMAN.COM - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi, Senin (19/12/2022) pagi.
Sejauh ini, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi Semeru terjadi 2 kali yakni pada pukul 05:16 WIB dan 07:30 WIB.
"Erupsi pertama terpantau tinggi kolom letusan mencapai kurang lebih 400 meter. Sedangkan letusan kedua tinggi kolom letusan mencapai sekitar 700 meter dari puncak Gunung Semeru," ujar Kepala PVMBG, Hendra Gunawan ketika dikonfirmasi.
Baca juga: 173 KK di Zona Merah Rawan Bencana Erupsi Semeru Direlokasi ke Bumi Semeru Damai
PVMBG mencatat erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 111 detik. Kemudian disusul erupsi kedua dengan
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," paparnya dalam keterangan resmi.
Adanya aktivitas Gunung Semeru yang masih fluktuatif akhir-akhir membuat masyarakat harus mematuhi rekomendasi keselamatan.
PVMBG meminta masyarakat agar mematuhi imbauan-imbauan agar tidak mendekati area zona merah.
Baca juga: Situasi Gunung Semeru Masih Fluktuatif Meski Kini Berstatus Siaga, Warga Tetap Diminta Waspada
Baca juga: Polisi Waspadai Pencurian yang Menyasar Rumah Warga Pengungsi Semeru
"Rekomendasi berupa tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Larena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," pesannya.
Terakhir, PVMBG mengingatkan adanya potensi guguran lava dan awan panas di sejumlah area yang beradius 5 kilometer dari puncak Semeru.
"Waspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," tutupnya.
(erwin wicaksono/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Tangkapan-Layar-Guguran-Awan-Panas-Semeru.jpg)