Berita Tulungagung

Luas Lahan Padi di Tulungagung Susut 2000 Hektar, Produksi Beras Masih Surplus

Luas lahan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Tulungagung terus menyusut karena diubah jadi perumahan. Tapi produksi beras masih surplus

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Aktivitas pertanian padi di Kabupaten Tulungagung. Saat ini luas lahan padi di Tulungagung terus menyusut meski produksi beras masih surplus 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Luas lahan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Tulungagung terus menyusut karena diubah jadi perumahan. 

Saat pendataan sekitar 5 tahun lalu, luas lahan pertanian padi masih ada 27.000 hektar.

Namun saat ini luas lahan pertanian padi ini tersisa 25.000 hektar, atau menyusut 2.000 hektar.

"Setiap dua tahun sekali kami melakukan evaluasi terkait luas lahan teknis untuk tanaman padi," terang Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Usmalik.

Sebenarnya lahan teknis untuk pertanian padi ini dilindungi agar tidak dimanfaatkan untuk hal lain.

"Namun karena pemanfaatan itu tidak pernah izin ke tim teknis, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Usmalik.

Meski demikian produksi padi dari luas lahan yang ada saat ini masih dianggap mencukupi.

Usmalik menjabarkan, dari luas baku lahan 25.000 hektar didapat lahan panen 47.000 hektar per tahun.

Luas lahan panen ini diperoleh dari asumsi dua kali panen setiap tahun.

Dalam satu hektar lahan bisa menghasilkan rata-rata 6,5  ton padi.

Jika dirata-rata dalam satu tahun bisa menghasilkan 305.500 ton gabah.

Dengan rendemen 60-65 persen, maka didapat sekitar 190.000 ton beras.

"Itu asumsi produksi beras kita untuk dua kali panen, dari luas lahan 25.000 hektar tadi," papar Usmalik.

Saat ini penduduk Tulungagung 1.100.000 jiwa, dengan kebutuhan beras per tahun 85-90 ton.

Dengan demikian masih ada surplus produksi beras sekitar 100.000 ton.

Kondisi ini menunjukkan bahwa produksi beras masih belum terpengaruh pengurangan luas lahan teknis.

(David Yohanes/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved