Siswa SD Dikeroyok Kakak Kelas

Anak Kelas 2 SD Dikeroyok Kakak Kelas Sampai Koma, DP3A Akan Dampingi Korban dan Pelaku

DP3A Kabupaten Malang akan memberi pendampingan terhadap anak-anak SD yang jadi korban dan pelaku perundungan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi - Anak kelas 2 SD di kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, dikeroyok kakak kelasnya hingga koma. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang menyerukan para orangtua segera melapor jika anaknya mengalami perundungan atau bullying. 

Hal ini disampaikan untuk menanggapi peristiwa pelajar kelas 2 SD dikeroyok oleh kakak kelasnya di Kepanjen, Kabupaten Malang, yang menyebabkan korban koma dan harus dirawat di RS. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan pelaporan tersebut bisa dilakukan dengan mudah. Caranya dengan menghubungi hotline UPT PPA di nomor 081232575796.

Baca juga: Pelajar Kelas 2 SD yang Dikeroyok Kakak Kelas Hingga Koma, Sudah Dipalak Sejak Kelas 1

"Segera melapor ke kami jika mendapati perilaku anak yang menyimpang. Kami ada hotline bisa mengubungi itu," ujar Arbani ketika dikonfirmasi.

Kata Arbani, tidak diketahuinya peristiwa perundungan lantaran korban ataupun keluarganya tidak tahu cara melapor. Sebagai contoh kasus perundungan salah satu siswa sekolah dasar asal Kepanjen Kabupaten Malang. DP3A bahkan baru mengetahuinya dari media sosial.

"Kami belum menerima adanya laporan. Kasus ini kami mengetahuinya dari media sosial," papar mantan Kadinkes Kabupaten Malang ini.

Sementara itu, DP3A Kabupaten Malang akan memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada bocah SD di Kepanjen yang jadi korban kekerasan oleh teman-temannya tersebut. Pendampingan psikologis juga akan dilakukan kepada pelaku yang juga masih anak-anak.

"Observasi awal yang bersangkutan aka mendapat pendampingan psikis hingga dapat pulih seperti sediakala itu untuk korban. Sedangkan untuk pelaku kami juga akan kami lakukan pendampingan serupa. Jumlah pelaku masih didalami kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah,"

Baca juga: Murid Kelas 2 SD di Kepanjen Dikeroyok Kakak Kelas Sampai Koma, Ortu Minta Pelaku Dihukum

"Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan kami belum mengetahui berapa lama namun tergantung pada kondisi yang bersangkutan," jelas Arbani.

Terakhir, Arbani meminta guru bimbingan konseling agar lebih perhatian terhadap tumbuh kembang para siswa.

"Terus berikan pengawasan dan pengarahan jika ada perilaku anak yang menyimpang. Korban sampai mendapat perlakuan begitu diduga ada motif tindakan yang menyimpang. Peran guru bimbingan konseling sangatlah penting," tutupnya.

(erwin wicaksono/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved