Berita Kediri

Ini Pesan Penting Dari Wali Kota Kediri Saat Peringatan Hari Guru Nasional

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyampaikan pesan penting kepada para guru saat peringatan Hari Guru Nasional 2022 dan HUT ke-77 PGRI

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar (kiri) saat mengikuti senam bersama dalam peringatan HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional 2022 

TRIBUNMATARAMAN.COM - HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional 2022 dimeriahkan dengan kegiatan jalan sehat dan senam bersama yang diikuti para guru di kawasan GOR Jayabaya, Kota Kediri, Sabtu (19/11/2022).

Kegiatan jalan sehat diberangkatkan  Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar.

Ketua PGRI Kota Kediri, Siswanto menjelaskan, dalam peringatan HUT ke-77, PGRI Kota Kediri melakukan banyak kegiatan. 

Dimulai dengan sepeda santai, pelatihan kewirausahaan, borong sayur di pasar tradisional, dan jalan sehat.

"Semoga semua kegiatan yang diselenggarakan memberikan banyak manfaat," ungkapnya.

Sementara Walikota menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Bapak Ibu Guru karena telah mendidik generasi penerus di Kota Kediri serta mengantarkan siapapun di Kota Kediri menjadi orang hebat.

Selaku pembina PGRI Kota Kediri, Walikota menjelaskan, saat ini guru harus mengikuti perubahan yang terjadi. Saat ini anak-anak di Kota Kediri tidak hanya bersaing dengan anak-anak di Kota Kediri.

Melainkan dengan seluruh anak di dunia, sebab saat ini sudah tidak ada sekat lagi. Untuk dapat bersaing dengan dunia, guru harus memberikan pendidikan kepada anak-anak sesuai dengan zamannya. 

"Guru tidak boleh alergi terhadap teknologi. Kita harus ajari anak-anak kita menjadi insan yang tangguh dan bermental baja. Critical thinking anak-anak juga harus dibangun agar mereka bisa memecahkan sebuah masalah sendiri," jelasnya.

Diungkapkannya, guru juga harus membangun kolaborasi dengan wali murid. Komunikasi dan diskusi dalam mendidik anak-anak perlu untuk dilakukan. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi dua arah. 

"Dengan wali murid harus kenal kalau perlu ada forum silaturahminya. Kita didik dengan hati supaya indeks pembangunan manusia (IPM) kita bisa meloncat lebih tinggi lagi," harapnya.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved