Berita Tulungagung
Dituding Jadi Penyebab Banjir Bercampur Limbah, ini Penjelasan PG Mojopanggung
Manajemen PG Mojopanggung angkat bicara setelah dituding sebagai penyebab banjir bercampur limbah yang menggenangi permukiman desa Sidorejo
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Manajemen PG Mojopanggung angkat bicara setelah dituding sebagai penyebab banjir bercampur limbah yang menggenangi permukiman desa Sidorejo, kecamatan Kauman, kabupaten Tulungagung.
Limbah berbau tidak sedap ini berwarna hitam dan mematikan tanaman yang terendam.
Humas PG Mojopanggung Tulungagung, Azis Rahman BS, mengakui ada luapan limbah.
Sumbernya dari air bekas pendingin ketel.
"Sebenarnya bukan limbah berbahaya dari IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), tetapi itu air pendingin. Makanya suhunya hangat," terang Azis, Rabu (26/10/2022).
Baca juga: Permukiman Warga Desa Sidorejo Tulungagung Digenangi Banjir Bercampur Limbah
Lanjut Azis, kejadian ini dipicu oleh faktor alam.
Menurutnya, PG Mojopanggung punya saluran pembuangan yang bernama Sungai Giling.
Saluran ini masuk ke Kali Song dan bermuara di Sungai Ngrowo.
Namun karena cuaca buruk, setiap sore hari debit Kali Song menjadi tinggi karena kiriman air dari hulu.
Akibatnya pembuangan dari PG Mojopanggung tidak bisa masuk ke Kali Song.
Air dari Kali Song justru mendorong pembuangan PG Mojopanggung ke arah hulu dan menggenangi permukiman warga.
"Itulah kenapa banjir itu selalu datang saat sore. Karena bersamaan dengan naiknya debit Kali Song," sambung Azis.
Air yang masuk ke permukiman warga bukan hanya dari PG Mojopanggung, tetapi ada juga air dari Kali Song.
Air dari sungai ini juga membawa aneka material yang kemudian meredam permukiman warga.
Azis pun membantah ada minyak yang berasal dari air pembuangan PG Mojopanggung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/banjir-bercampur-limbah-di-tulungagung-karena-pabrik-gula.jpg)