Kesehatan
Ini Alasan Anak Lebih Rentan Terkena Gagal Ginjal Akut Ketimbang Orang Dewasa
Anak-anak lebih rentan terkena gangguan gagal ginjal akut ketimbang orang dewasa. Mengapa? Berikut penjelasan pakar dari Unair.
TRIBUNMATRAMAN.COM - Anak-anak lebih rentan terkena gangguan gagal ginjal akut ketimbang orang dewasa.
Menurut Staf Divisi Nefrologi Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair)–RSUD Dr Soetomo, dr Muhammad Riza Kurniawan dr SpA(K), ginjal anak dengan orang dewasa sebenarnya memiliki fungsi yang sama.
“Tapi untuk anak kurang dari satu tahun punya nilai fungsi ginjal yang tidak seperti orang dewasa, jadi lebih rendah. Baru setelah satu atau dua tahun sudah menyerupai orang dewasa,” katanya dalam edukasi kesehatan di kanal youtube Dokter Unair TV.
Gangguan ginjal akut, lanjutnya, dapat terjadi apabila terdapat peningkatan serum kreatinin atau penurunan jumlah produksi urin.
Kreatinin adalah limbah dalam darah hasil dari produksi jaringan otot saat beraktivitas.
Kreatinin dalam darah akan disaring oleh ginjal dan dibuang melalui urin.
" Jika fungsi ginjal terganggu maka ginjal akan kesulitan untuk menyaring kreatinin sehingga jumlahnya meningkat dalam darah,"urainya.
Tanda dan Gejala Anak Mengalami Gagal Ginjal Akut
Tanda dan gejala gangguan ginjal pada anak bergantung pada penyebabnya.
“Gejala umumnya pantau terus produksi urin. Jika jumlahnya menurun atau enam jam tidak buang air kecil meski minum air cukup, segera bawa ke dokter,” tutur Riza.
Normalnya seorang anak buang air kecil minimal 0,5 cc/kg/jam. Misalnya berat badan anak 10 kg, maka normalnya dalam 1 jam buang air kecil minimal 5 cc sehingga dalam 6 jam anak buang air kecil sebanyak 30 cc.
Cuci Darah
Jika fungsi ginjal sangat menurun, maka bisa dilakukan cuci darah. Hal itu dapat dilakukan dengan mesin atau yang sering disebut hemodialisis atau cuci perut.
Kendati demikian pada kasus gangguan ginjal akut, masih memiliki kemungkinan kemungkinan untuk sembuh.
“Jika pada kasus gangguan ginjal akut, maka fungsi ginjal harus kembali normal. Tapi terkadang tidak banyak yang mengerti bahwa pemeriksaan fungsi ginjal tidak seperti pemeriksaan darah yang dilakukan secara rutin,” jelas Riza.