Minggu, 19 April 2026

Berita Tulungagung

Rumah Warga Talun Kulon Tulungagung Ambruk Karena Tanah Gerak

Rumah warga Dusun Brenggolo, Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, rusak karena tanah gerak

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Dapur rumah warga Dusun Brenggolo, Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung yang ambruk karena tanah gerak.  

TRIBUNMATARAMAN.COM - Rumah Wakiran (58), warga Dusun Brenggolo, Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, rusak karena tanah gerak.

Bagian dapur ambruk total karena strukturnya geser terbawa tanah yang bergerak.

Sementara pondasi  bangunan utama juga menggantung di bagian belakang karena pergeseran tanah.

"Kejadiannya semalam sekitar pukul sebelas," ucap Wakiran saat ditemui Rabu (19/10/2022).

Baca juga: 3 Desa di Panggul Trenggalek Alami Tanah Gerak: Rumah Retak-retak dan Jalan Rusak

Menurut Wakiran, retakan tanah sudah terlihat sejak sekitar dua minggu lalu.

Retakan ini memanjang melewati sejumlah rumah warga di Dusun Brenggolo.

Saat itu dapur rumahnya sudah retak karena strukturnya rusak akibat tanah yang bergerak.

"Sejak saat itu setiap kali hujan kami tidak berani ke dapur. Tidurnya juga di depan," sambung Wakiran.

Sebelum kejadian, Wakiran mendengar suara gemeretak dari arah dapur.

Saat itu cuaca dalam keadaan mendung namun tidak sedang turun hujan.

Baca juga: Pemkab Tulungagung Belum Rencanakan Relokasi Warga Tanggunggunung yang Terdampak Tanah Gerak

Baca juga: 61 Rumah di Kecamatan Tanggungunung Terdampak Tanah Gerak, Banyak Warga Yang Mengungsi

Forkopimda Tulungagung meninjau retakan tanah di Dusun Brenggolo, Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung.
Forkopimda Tulungagung meninjau retakan tanah di Dusun Brenggolo, Desa Talun Kulon, Kecamatan Bandung. (tribunmataraman.com/david yohanes)

Suara semakin terdengar nyaring dan riba-tiba dapur rumahnya ambruk.

"Saat itu semua langsung menyelamatkan diri karena takut rumahnya ikut ambruk," ucap Wakiran.

Wakiran beharap retakan tanah yang terjadi bisa berhenti dan rumahnya bisa ditempati kembali.

Sebab dirinya mengaku berat jika harus direlokasi ke tempat lain, meninggalkan rumahnya selama ini.

Wagiyem (60), tetangga Wakiran juga merasakan dampak tanah gerak di kampungnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved