Selasa, 28 April 2026

Berita Kediri

Kantor MPM Finance di Kota Kediri Digeruduk Massa Karena Oknum Penagih Utang Bentak Debitur 

Kantor MPM Finance di Kota Kediri digeruduk massa karena oknum debt collector membentak-bentak debitur saat menagih utang

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Pendemo menggelar spanduk dan berorasi di depan Kantor MPM Finance di Jl Kilisuci, Kota Kediri, Kamis (6/10/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Belasan pegiat LSM menggelar unjuk rasa dan membakar ban bekas di depan Kantor MPM Finance di Jl Kilisuci, Kota Kediri, Kamis (6/1/2022).

Demo ini mendapatkan pengamanan puluhan personel kepolisian dipimpin Kabag Ops Kompol Abraham Sisik.

Malahan petugas juga mengerahkan sebuah truk Water Cannon. 

Aksi demo ini dilakukan untuk memprotes ulah oknum penagih utang yang menagih tunggakan utang nasabah tidak sesuai etika. 

Baca juga: Semua Sudah Sesuai Prosedur, MPM Finance Bantah Bentak Orangtua Saat Tagih Utang

Karena oknum  penagih utang mendatangi orangtua debitur. Padahal pihak debitur telah kooperatif untuk menyelesaikan tanggungannya.

Pendemo juga menggelar sebuah spanduk bertuliskan, "Intimidasi Konsumen dan Debitur Adalah Perbuatan Kriminal".

Dalam orasinya pendemo meminta oknum penagih utang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Karena perbuatannya telah melanggar etika.

Karena tidak segera ditemui oleh pengurus MPM Finance Kediri, para pendemo kemudian membakar ban bekas.

Namun setelah api mulai berkobar, petugas kepolisian kemudian memadamkan dengan alat pemadam api (Apar).

Selanjutnya perwakilan pendemo diajak masuk untuk bertemu dengan perwakilan MPM Finance. Namun pertemuan mediasi yang difasilitasi polisi tidak membuahkan hasil.

Malahan pada pertemuan mediasi nyaris diwarnai perkelahian dengan oknum penagih utang karena perwakilan pendemo malah diajak berkelahi. 

Tomi Aribowo, Korlap Aksi menyebutkan ada dua perbuatan oknum penagih utang yang tidak sesuai etika. Pertama, karena menagih utang kepada orangtua anggota TNI di rumah dinas.

Sedangkan kasus lainnya oknum debt collector menagih utang kepada orangtua debitur yang sudah lanjut usia dengan cara membentak-bentak yang membuat orangtua ketakutan.

"Kami masyarakat Kediri meminta keadilan. Kami telah mendatangi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) supaya OJK melakukan penertiban dan pengawasan terhadap perusahaan leasing," tandasnya.

Tomi menyebutkan selama ini pihak OJK hanya menunggu laporan masyarakat baru bertindak. Diharapkan pihak OJK lebih aktif melakukan pengawasan dan melakukan penertiban.

Diungkapkan, dalam pertemuan mediasi oknum penagih utang tidak meminta maaf atas perbuatannya, malah mengajak tawuran. 

"Tadi kami di dalam malah mau berantem, malah sudah naik meja. Pelaku sudah mengakui tapi tidak minta maaf malah menantang berantem. Kami akan menggelar aksi lagi," tandasnya.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

Editor: Eben Haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved