PSK di Nganjuk Terkonfirmasi HIV

5 PSK yang Beroperasi di Ekslokalisasi Guyangan Nganjuk Positif Terkonfirmasi HIV Terlacak dari VCT

Hasil pemeriksaan 60 orang PSK di ekslokalisasi Guyangan oleh mobile VCT, ada 5 orang di antaranya dinyatakan positif terkonfirmasi HIV (reaktif).

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
Kegiatan Mobile VCT oleh Tim Puskesmas Bagor Dinkes Kabupaten Nganjuk untuk mengetahui dan mendeteksi status terkonfirmasi HIV/Aids kepada para PSK, khususnya di wilayah ekslokalisasi Guyangan Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I NGANJUK - Sebanyak 60 pekerja seks komersial (PSK) yang masih ada di eks lokalisasi Guyangan Nganjuk menjadi target mobile voluntary Counseling and Testing (VCT).

Langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Nganjuk itu sebagai upaya pencegahan penyebaran HIV/Aids di Kabupaten Nganjuk.

Kepala Puskesmas Bagor, dr Joko Hartono, menjelaskan kegiatan Mobile VCT bertujuan untuk mengetahui dan mendeteksi status terkonfirmasi HIV/Aids kepada para PSK, khususnya di wilayah ekslokalisasi Guyangan Kecamatan Bagor yang berperilaku seks berisiko.

Selain itu, juga untuk memberikan edukasi bagaimana perilaku seks yang aman dari penularan HIV.

"Kegiatan Mobile VCT ini untuk mengetahui status HIV dari para PSK yang bekerja di cafe dan masuk dalam ekslokalisasi Guyangan.

Karena mereka dianggap memiliki perilaku seks berisiko. Juga untuk mengenalkan perilaku seks yang aman dari penularan HIV," kata Joko Hartono, kemarin.

Dikatakan Joko Hartono, dari data sebenarnya sejumlah 187 orang PSK yang kini bekerja di cafe kawasan ekslokalisasi Guyangan, yang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan VCT sebanyak 60 orang.

Mereka mayoritas berasal dari luar Nganjuk, bahkan ada yang dari luar provinsi Jatim.

"Ini yang menjadi perhatian kami, karena keberadaan mereka yang 90 persen dari luar Nganjuk memiliki risiko tinggi terkena HIV/Aids," ucap Joko Hartono.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 60 orang PSK di ekslokalisasi Guyangan oleh mobile VCT, ada 5 orang di antaranya dinyatakan positif terkonfirmasi HIV (reaktif).

"Mereka perlu ada langkah penanganan lebih lanjut. Kami langsung memeriksa dan penanganan lebih lanjut terhadap mereka agar tidak terjadi penularan ke lebih banyak orang," tandas Joko Hartono.

Sebelumnya, Plt Bupati Nganjuk sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Nganjuk, H Marhaen Djumadi, mengatakan Pemkab Nganjuk bersama KPAD berupaya maksimal mencegah penyebaran HIV/Aids di Kabupaten Nganjuk.

Ini dikarenakan tingkat penyebaran kasus HIV/Aids belakangan ini cukup memprihatinkan dengan data terakhir bulan Mei 2022 mencapai 1.838 orang.

"Untuk itu, mari kita bersama-sama mewaspadai dan melakukan pencegahan penyebaran HIV/Aids. Caranya berawal dari diri masing-masing dengan menghindari hal-hal yang berpotensi menularkan HIV/Aids tersebut. Karena HIV/Aids ini belum ada obatnya dan menurut kami penyakit HIV/Aids lebih berbahaya dari Covid-19," tutur Marhaen Djumadi. (aru/Achmad Amru Muiz)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved