Berita Tulungagung

BPN Tulungagung Minta Masyarakat Tak Takut Mendaftarkan Tanahnya, Ada Biaya Dari Pemerintah

Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BTN) Tulungagung mendorong agar lebih banyak tanah warga yang disertifikatkan.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Kepala Kantor ATR/BPN Tulungagung, Ferry Saragih. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dari 580.000 bidang tanah di Kabupaten Tulungagung, 295.000 di antaranya sudah bersertifikat.

Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BTN) Tulungagung mendorong agar lebih banyak tanah warga yang disertifikatkan.

Menurut Kepala Kantor ATR/BPN Tulungagung, Ferry Saragih, pihaknya berkoordinasi dengan kementerian dan Pemkab Tulungagung, untuk mengejar target 2025 kota/kabupaten lengkap.

"Kendalanya saat ini komunikasi dengan masyarakat. Mereka masih takut untuk mendaftarkan tanahnya," terang Ferry, Senin (26/9/2022).

Lanjut Ferry, ada kesan di masyarakat jika mengurus sertifikat tanah harganya sangat mahal.

Padahal sudah ada biaya dari pemerintah yang dianggarkan lewat APBN.

Pemilik tanah hanya menanggung biaya persiapan pemberkasan.

"Biaya pemberkasan itu beragam, karena akan melibatkan kepala desa. Tapi kalau sudah lengkap, sudah ditanggung pemerintah," sambung Ferry.

Ferry berharap masyarakat ke depan bisa mendaftarkan tanahnya, baik langsung ke Kantor ATR/BPN maupun lewat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). 

Pemerintah akan menanggung biasa pengukuran tanah, panita hingga penerbitan sertifikat tanah.

Tahun 2022 ini Kantor ATR/BPN tahun ini awalnya dibebani target pengukuran 13.500 bidang tanah.

Lalu jumlah ini bertambah menjadi 18.000 bidang tanah.

Sampai saat ini sudah ada 14.000 bidang tanah yang telah selesai diukur.

"Oktober akhir ini kami akan selesaikan seluruh target," tegas Ferry.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved