Kekerasan Siswa

Gubernur Jatim Sikapi Maraknya Kekerasan Siswa, Instruksinya Harus Bentuk Satgas Perlindungan Siswa

Lingkungan pendidikan seharusnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa.

tribunjatim/yusron naufal putra
Gubernur Jawa Timur, bersama Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono seusai pelantikan di Gedung Negara Grahadi Kota Surabaya, Jumat (15/7/2022).  

TRIBUNMATARAMAN.COM I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah responsif terhadap maraknya tindak kekerasan fisik yang akhir-akhir ini terjadi di lingkungan satuan pendidikan.

KPAI mencatat setidaknya secara nasional ada 18 kasus kekerasan di satuan pendidikan selama tahun 2021.

Tak terkecuali di Jatim, tercatat dalam satu bulan terakhir, terjadi dua kasus kekerasan hingga mengakibatkan seorang siswa meninggal dunia di Jatim.

Rincinya, kasus pertama terjadi disalah satu SMK di Jember pada bulan Agustus 2022 yang lalu.

Aksi kekerasan fisik menimpa seorang siswa klas X yang setelah dirawat di rumah sakit, siswa yang bersangkutan meninggal dunia.

Kejadian lainnya menimpa seorang pelajar SMA kelas XI di Sidoarjo yang juga setelah dirawat di rumah sakit, meninggal dunia karena perdarahan otak.

Secara pribadi Gubernur Khofifah menyayangkan aksi kekerasan fisik tersebut.

Menurutnya lingkungan pendidikan seharusnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa.

Padahal Kemdikbud Ristek juga telah mengeluarkan regulasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman melalui Permendikbud No 82 Tahun 2015.

Peraturan ini berisi tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved