Berita Kediri

Dewan Pertanyakan Dampak Kenaikan Harga BBM dan Penutupan  Jembatan Bandar Ngalim 

DPRD Kota Kediri mempertanyakan dampak kenaikan harga BBM hingga penutupan jembatan Bandar Ngalim. Begini jawaban wali kota Kediri

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Jembatan Bandar Ngalim di Kota Kediri 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menjawab pertanyaan dewan yang diajukan melalui pemandangan fraksi DPRD Kota Kediri.

Jawaban Walikota disampaikan dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-fraksi atas Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 di Ruang Sidang DPRD Kota Kediri, Kamis (22/9/2022).

Pertanyaan yang diajukan fraksi di antaranya,  penanganan dampak kenaikan BBM, pembongkaran Jembatan Bandar Ngalim serta data kemiskinan.

Dalam jawabannya Walikota menyampaikan, Pemkot Kediri telah memberikan dukungan terhadap pemberian bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah pusat berupa bantuan sosial, pelatihan kerja dan bantuan transportasi. 

Pemerintah Kota Kediri juga menyediakan portal web Siaga Inflasi Aman Terkendali (Siasat). Di dalamnya terdapat beberapa program seperti call center, pendaftaran wirausaha baru, bantuan modal melalui Kurnia, jadwal operasi pasar, info harga komoditi, cek bansos, dan registrasi tukang ojek. "Semua sudah tersedia di web Siasat masyarakat bisa mengaksesnya," jelasnya

Sementara berkaitan dengan data kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran telah dilakukan validasi dan pemutakhiran data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Pemutakhirannya dilakukan melalui musyawarah kelurahan sesuai ketentuan yang berlaku. Agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. 

"Pemerintah Kota Kediri melibatkan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan dan tim reaksi cepat. Validasi kita lakukan secara rutin," jelasnya.

Sedangkan mengenai perbaikan dan pelebaran Jembatan Bandar Ngalim akan menambah volume kendaraan di Jembatan Brawijaya dan Jembatan Semampir. 

Walikota menjelaskan beberapa upaya telah dilakukan oleh Pemkot Kediri. Di antaranya, memaksimalkan fungsi ATCS di Simpang Brawijaya dan Ruang Pusat Pengendali Lalu Lintas secara berkala pada pukul 06.00 - 22.00 WIB. 

Selain itu melakukan penertiban dan penataan parkir pada ruas Jl Brawijaya, Jl Wachid Hasyim, dan Jl KDP Slamet untuk memperlancar akses menuju dan keluar Jembatan Brawijaya. 

Kemudian menempatkan personil di titik-titik rawan kepadatan yang akan membantu mengurai kepadatan lalu lintas. 

Petugas secara rutin mengimbau melalui pengeras suara yang ada di setiap persimpangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas di seluruh Wilayah Kota Kediri. 

Kemudian memasang Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan Alternatif sebanyak 26 titik. "Kita sudah lakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi kemacetan," jelasnya.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved