Press Rilis
MO Persik Sudutkan Wartawan, Begini Pernyataan Sikap Jurnalis Kediri Soal Kekerasan Oknum Aremania
Media Officer Persik Kediri terkesan menyudutkan jurnalis atau wartawan kediri dalam pres rilis terkait kekerasan Supporter Arema FC.
TRIBUNMATARAMAN.COM - Media Officer Persik Kediri terkesan menyudutkan jurnalis atau wartawan kediri dalam pres rilis terkait kekerasan Supporter Arema FC.
DIketahui ramai di media sosial berita mengenai informasi seseorang yang memakai rompi tulisan media memukul oknum Aremania.
Kejadian itu sempat terekam kamera hingga videonya viral di media sosial.
Dalam video itu nampak seorang pria mengenakan rompi warna pink yang umumnya dikenakan media dalam meliput, memukul oknum suporter yang tengah diamankan pihak keamanan.
Baca juga: Aremania Ungkap 1 Hal Penting yang Dilakukan Javier Roca Hingga Buat Tersenyum Lebar Suporter
Baca juga: Performa Bek Persib Bandung Ahmad Jufriyanto Menurun, Bobotoh Langsung Berikan Saran Lucu Begini
Baca juga: Kecerdasan Shin Tae-yong Usai Bawa Lolos ke Piala Asia U 20, Ultras Garuda Minta Segera Lakukan Ini
Hingga akhirnya Panitia Pelaksana Persik Kediri menyampaikan rilis permohonan maaf terkait diduga aksi kekerasan seseorang yang menggunakan rompi media.
“Kami mengutuk keras aksi oknum tersebut, saat ini kami terus melakukan pendalaman dan mencari tahu siapa pelakunya. Namun sebagai panpel dan media officer Persik Kediri, saya menghaturkan permohonaan maaf yang sebesar-besarnya, kejadian ini merupakan pengalaman berharga dan kami berharap yang terakhir kalinya serta tidak terulang lagi kedepannya,” kata Media Officer Persik Kediri, Haryanto, Minggu (18/9/2022).
Saat ini pihaknya bersama jajaran panpel pertandingan Persik Kediri tengah mengumpulkan bukti-bukti serta mencari keterangan mengenai oknum yang dimaksud sehingga timbul aksi kekerasan terhadap suporter.
“Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berusaha membantu mengamankan pertandingan melawan Arema FC kemarin, kita semua mengetahui tingginya tensi pertandingan mengingat sudah absen selama 19 tahun di Kediri. Alhamdullilah secara umum pertandingan bisa dilaksanakan dengan baik walau ada insiden seperti ini, sekali lagi kami mengucapkan permohonaan maaf dan kami terus berusaha mengetahui pelaku yang dimaksud,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa sosok yang mengenakan rompi media tersebut.
Namun penyataan Media Officer Persik Kediri dan Panitia Pelaksana yang menympaikan adanya oknum media, terkesan menyudutkan jurnalis atau wartawan Kediri.
Padahal hingga sampai saat ini pihak Panpel Persik Kediri belum menemukan siapa sosok pelaku itu. Apakah dari kalangan Jurnalis atau tidak.
Namun narasi pres rilis soal oknum seakan sudah menghakimi jika pelaku dari insiden itu adalah oknum media.
Oleh sebab itu, Jurnalis atau Wartawan Kediri yang terdiri dari 4 profesi mulai AJI, IJTI, PWI dan PFI menyampaikan sikap sebagai berikut:
1. Jurnalis/wartawan tidak mendukung tindakan kekerasan dalam sepak bola;
2. Organisasi profesi jurnalis/wartawan yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kediri, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Kediri, dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya memastikan pelaku bukan jurnalis/wartawan Kediri;
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Panpel-Persik-Kediri-dan-Media-Officer-Persik-Haryanto.jpg)