Berita Nganjuk

Banyak Ditemukan Fosil, Kawasan Hutan Tritik Diusulkan Jadi Tempat Wisata Geopark Prasejarah

Kawasan hutan Desa Tritik Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk diusulkan menjadi tempat pembangunan museum khusus benda cagar budaya prasejarah.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Tim BPSMP Sangiran saat melakukan ekskavasi diduga tulang binatang purba jenis gajah di kawasan hutan Desa Tritik Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Kawasan hutan Desa Tritik Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk diusulkan menjadi tempat pembangunan museum khusus benda cagar budaya prasejarah.

Usulan rencana tersebut disampaikan dalam sosialisasi hasil pengumpulan data cagar budaya prasejarah situs Tritik.

Kepala Dijnas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo mengatakan, situs Tritik akan diusulkan menjadi rintisan wisata Geoprark Prasejarah. Dimana hal itu akan memberi manfaat bagi masyarakat Nganjuk ini dikarenakan wisata Geopark Prasejarah dapat dijadikan sebagai bahan kajian para pemerhati sejarah zaman prasejarah atau untuk mahasiswa dan pelajar.

"Apabila usulan tersebut disetujui dan terwujud maka wisata Geopark Prasejarah nanti cakupanya tidak hanya Regional dan Nasional tapi bisa mencapai Internasional," kata Gunawan Widagdo, kemarin.

Gunawan berharap usulan membangun Wisata Geopark Prasejarah di kawasan hutan Tritik tersebut bisa diakomodasi dan disetujui Pemerintah. Dengan demikian Kabupaten Nganjuk akan memiliki tambahan museum melengkapi museum yang sudah ada sekarang ini.

"Tentu itu nantinya bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Nganjuk karena memiliki tempat wisata Geopark Prasejarah dengan didukung temuan benda-benda cagar budaya zaman purba. Dan kamipun mengapresiasi Komunitas Pecinta Sejarah Nganjuk (KOTASEJUK) yang aktif dalam membantu temuan benda-benda prasejarah di situs Tritik," ucap Gunawan Widagdo.

Sementara Kepala Balai Pelestari Situr Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Iskandar Mulia Siregar mengatakan, sosialisasi data prasejarah di situs Tritik tersebut merupakan tindaklanjut dari kegiatan penelitian yang dilakukan tim BPSMP Sangiran. Yakni dari proses ekskavasi penggalian tanah yang mulai dilakukan sejak 22 Agustus 2022 hingga 3 September 2022.

"Pada kegiatan ekskavasi penggalian tanah tersebut tim BPSMP mendapatkan data pecahan fosil fauna dalm setiap statifikasi tanah," kata Iskandar Mulia Siregar.

Kegiatan berikutnya, menurut Iskandar Mulia Siregar, berupa survei untuk mendukung kegiatan ekskavasi yang lebih luas. Dimana hasilnya diperoleh berbagai pecahan fosil fauna purba.

"Hasil tersebut menjadi catatan dan akan dilakukan kajian lebih lanjut sebagai dasar usulan penetapan kawasan hutan Tritik sebagai cagar budaya purba," tutur Iskandar Mulia Siregar.

(Achmad Amru Muiz/TRIBUNMATARAMAN.COM)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved