Berita Tulungagung

PKS Tulungagung Lakukan Flashmob Untuk Menyuarakan Penolakan Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Ratusan kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar flash mob untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, Sabtu (10/9/2022).

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Flash mob yang dilakukan PKS Tulungagung untuk menyatakan penolakan terhadap kenaikan harga BBM, kemarin (10/9/2022) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Ratusan kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi, Sabtu (10/9/2022).

Aksi dikemas dalambentuk flashmob yang digelar di sepanjang Simpang Empat TT ke arah utara, hingga alun-alun Kabupaten Tulungagung.

Massa berdiri di tepi jalan tanpa mengganggu arus lalu lintas di lokasi aksi.

Peserta aksi perempuan ada di sisi barat jalan, sedangkan peserta aksi laki-laki di timur jalan.

Baca juga: PKS Jatim Desak Presiden Jokowi Membatalkan Kenaikan Harga BBM

Menurut Ketua DPD PKS Tulungagung, Renno Mardiputro,  aksi ini sebagai bentuk sikap PKS dari daerah hingga pusat.

"Bahwa kami menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Tidak ada alasan darurat untuk menaikkan harga BBM bersubsidi," terang Renno.

Lanjut Renno,  saat ini kondisi masyarakat belum pulih karena pandemi Covid-19.

Kenaikan harga BBM bersubsidi ini menjadi beban baru bagi masyarakat.

Kenaikan harga BBM bersubsidi juga membuat rakat tambah berat untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

"Tidak hanya di Tulungagung, di pusat, provinsi-provinsi hingga ke daerah kami sampaikan sikap penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi," tegas Renno.

Renno memaparkan, kenaikan harga BBM bersubsidi dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter akan memicu inflasi.

Setiap kenaikan 10 persen harga BBM maka akan memicu inflasi 1,2 persen.

Sedangkan kenaikan saat ini sebesar 30 persen, sehingga akan memicu inflasi 3,6 persen.

Jika pada Juli 2022 sudah terjadi inflasi 4,94 persen, maka di akhir tahun inflasi akan mencapai 7-8 persen.

Kondisi ini akan memukul daya beli rakyat menjadi semakin lemah.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved