Polisi Tersangkut Narkotika
Institusi Polri Diobok-obok Sendiri Ternyata Banyak Tersangkut Narkotika dan Kurir ke Tempat Dugem
Mereka ditangkap dalam operasi senyap Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Timur di Polsek Sukomanunggal Surabaya.
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
TRIBUNMATARAMAN.COM I SURABAYA - Untuk meraih kembali simpati masyarakat, setelah kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di tangan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Polri mengobok-obok institusinya sendiri untuk membersihkan polisi nakal.
Beberapa hari terakhir, Polri menangkap oknum polisi yang masuk dalam sindikat narkotika atau pengguna narkotika.
Dalam memerangi peredaran narkotika, Polri telah menangkap dua perwira pertama dan beberapa bintara.
Perwira yang terlibat dalam sindikat narkotika menempati jabatan yang cukup strategis.
Pertama, Kapolsek Sukodono, Polresta Sidoarjo AKP I KTW. Ia ditangkap bersama empat anak buahnya karena diduga pesta narkotika jenis sabu di Mapolsek.
Anak buah kapolsek yang diamankan di antaranya, Aiptu YHP dan Aiptu YS.
Kedua, Kasat Resnarkoba Polres Karawang, AKP Edi Nurdin Massa (ENM).
AKP Edi Nurdin Massa ditangkap Dittipidnarkoba Bareskrim) Polri di basement Taman Sari Apartemen Mahogani Karawang, Jawa Barat, Kamis (11/8/2022) pukul 07.00 WIB.
Penangkapan terhadap AKP Edi Nurdin setelah polisi menangkap dua tersangka lain. Yakni JS dan RH.
Terbaru, tujuh oknum anggota Polsek Sukomanunggal positif narkoba.
Mereka ditangkap dalam operasi senyap Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Timur di Polsek Sukomanunggal Surabaya.
Informasi yang didapat, Kabid Propam Polda Jawa Timur, Kombes Pol Taufik Herdiansyah memimpin langsung kegiatan tersebut.
Hasil kegiatan tes urine itu, tujuh oknum polisi Polsek Sukomanunggal dinyatakan positif mengonsumsi narkotika.
Mereka terdiri dari beberapa unit satuan fungsi,di antaranya penyidik unit Reskrim, anggota Samapta dan Lantas.
"Ada satu penyidik reskrim, anggota Samapta, lantas juga," ujar sumber yang tak ingin disebut.
Kegiatan tes urine itu dilakukan Bidpropam Polda Jatim pada Rabu (24/8/2022) malam secara mendadak.
Terpisah, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan belum memberikan keterangan resmi terkait tujuh anak buahnya yang positif narkoba di Polsek Sukomanunggal.
Sementara Kapolsek Sukomanunggal, AKP Didik masih berada di tanah suci untuk melaksanakan ibadah umrah.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, membenarkan adanya tiga orang anggota Mapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya dinyatakan positif sabu berdasarkan hasil tes urine.
Ketiga orang oknum anggota Mapolsek Sukomanunggal tersebut, berinisial Aipda TA, Aiptu EW, dan Bripka FR.
Mereka, terbukti mengonsumsi setelah mengikuti tes urine yang digelar oleh anggota Bidang Propam Polda Jatim, dalam inspeksi mendadak (Sidak) pukul 19.00 WIB, Rabu (23/8/2022) kemarin.
Tes urine tersebut dilaksanakan kepada hampir seluruh anggota Mapolsek Sukomanunggal yang berjumlah 30 orang anggota.
"Yang positif test kit narkoba Aipda TA, Aiptu EW, dan Bripka FR. Kemungkinan sabu," katanya saat ditemui awak media di Balai Wartawan Gedung Bidang Humas Mapolda Jatim, Kamis (25/8/2022) malam.
Selain tiga orang oknum anggota Mapolsek Sukomanunggal yang telah terbukti secara langsung mengonsumsi sabu, dari hasil alat test kit.
Dirmanto menambahkan, pihak penyidik Bidang Propam Polda Jatim juga masih menunggu hasil uji laboratorium, atas hasil urine lima orang anggota Mapolsek Sukomanunggal, lainnya.
"Kemudian yang 5 masih kita dalami, urinenya kita ambil untuk dibawa ke Labfor Polda Jatim hari ini. Mudah-mudahan tidak lama lagi, 5 orang anggota ini bisa kita dapatkan, hasil tes laboratorium forensik tersebut," jelasnya.
Saat disinggung mengenai barang bukti sabu atau perkakas alat isap. Dirmanto menegaskan, penyidik tidak mendapati adanya sabu ataupun perkakas alat isap yang dimaksud.
Diduga kuat, ketiga orang oknum anggota Mapolsek Sukomanunggal yang terbukti positif sabu itu, mengonsumsi barang haram tersebut di luar area markas.
"Sementara BB tidak ditemukan. Karena informasi yang kami Terima di lapangan, hasil pemeriksaan Kabid Propam, menggunakannya di luar mako polsek," jelasnya. (Luhur Pambudi/Firman Rachmanuddin)