Berita Blitar

Pemkab Blitar Meminta Padepokan Gus Samsudin Ditutup Sementara, Pengikutnya Diminta Pulang

Pemkab Blitar meminta Padepokan Nur Dzat Sejati di Desa Rejowinangun, kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, ditutup sementara. 

Editor: eben haezer
tribunmataraman/imam taufiq
Rahmat Santoso, Wakil Bupati Blitar menyerahkan surat penutuppan padepokan ke Priarno SH, kuasa hukum Gus Samsudin. 

Reporter: Imam Taufiq

TRIBUNMATARAMAN.com | BLITAR - Pemkab Blitar meminta Padepokan Nur Dzat Sejati di Desa Rejowinangun, kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, ditutup sementara. 

Padepokan Nur Dzat Sejati adalah padepokan yang dirintis Gus Samsudin sejak 2 tahun lalu. 

Akhir Juli 2022 lalu, padepokan ini digeruduk warga setempat. 

Melalui surat yang diteken Rahmat Santoso, Wakil Bupati Blitar, Senin (8/9/2022), Pemkab Blitar meminta padepokan itu ditutup sementara tanpa batas waktu yang ditentukan.

Baca juga: Babak Baru Pesulap Merah Vs Gus Samsudin: Laporan Soal Tudingan Pengobatan Tipuan Diteliti Polisi

Itu diumumkan Rahmat sendiri di Pendopo Pemkab Blitar, Selasa (9/8/2022) siang.

Saat mengumumkannya, Rahmat didampingi Kapolres Blitar AKBP Aditya Panji Anom. 

"Mulai hari ini, tak boleh ada aktivitas di padepokan karena sudah dinyatakan ditutup," tegas Rahmat.

Dengan ditutupnya padepokan yang memiliki bangunan megah itu, menurut Rahmat, maka bukan hanya tak boleh ada aktivitas lagi melainkan juga tak boleh menerima tamu, apalagi pasien yang akan berobat.

Untuk orang-orang yang sudah tinggal di sana untuk menjalani pengobatan, Rahmat meminta mereka pulang ke daerahnya masing-masing. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved