Berita Nganjuk

Disnaker Nganjuk Gelar Pelatihan Keterampilan Untuk Warga Terdampak Proyek Bendungan Semantok

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan keterampilan untuk warga terdampak proyek Bendungan Semantok.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
ist
Kepala Disnaker Nganjuk, Supiyanto saat membuka pelatihan ketrampilan bagi warga terdampak pembangunan Bendungan Semantok. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan keterampilan untuk warga terdampak proyek Bendungan Semantok.

Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Supiyanto mengatakan, kegiatan pelatihan diikuti 20 peserta dari Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso.

Mereka masuk dalam program pembinaan dan pelatihan keterampilan yang dengan pendanaan dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2022.

"Pelatihan dan pembinaan tersebut bertujuan untuk menciptakan wirausaha baru yang intens, berdaya saing dan mandiri dari warga terdampak Bendungan Semantok," kata Supiyanto, kemarin.

Dikatakan Supiyanto, kegiatan pelatihan dan pembinaan tersebut dilakukan juga untuk menyongsong Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso yang akan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Nganjuk dari adanya pembangunan Bendungan Semantok.

"Makanya, kami berikan pelatihan itu sebagai bekal masyarakat Desa Sambikerep untuk mengembangkan diri dalam meningkatkan perekonomian mereka. Mengingat Bendungan terpanjang se-Asia Tenggara itu bakal menjadi destinasi wisata baru di Nganjuk," ucap Supiyanto.

Hal tersebut, menurut Supiyanto, juga selaras dengan visi misi Plt Bupati Nganjuk, yakni meningkatkan dan mewudjudkan kemandirian ekonomi untuk masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Lebih lanjut dijelaskan Supiyanto, dalam pelatihan tersebut warga tidak hanya diajarkan keterampilan cara memasak, tetapi juga diajarkan proses dari masalah permodalan terkait pembelian bahan serta mempelajari cara penjualannya.

"Dan pelatihan itu bukan cuma diajarkan saja, tapi dibuat sampai tahap penjualan. Semuanya kami bantu semaksimal mungkin," tandas Supiyanto.

Supiyanto memastikan di akhir sesi pelatihan nantinya para peserta akan dikumpulkan lagi untuk diberikan materi tambahan didalamnya, termasuk pemasaran secara online dan branding.

Diharapkan pelatihan tersebut akan dapat membuat warga yang mengikuti kegiatan itu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat serta keluarganya.

"Outputnya nanti, mereka benar-benar menjadi wirausahawan handal yang sukses dan berdaya saing. Dan pada ujungnya perekonomian masyarakat Kabupaten Nganjuk khususnya dan warga terdampak Bendungan Semantok bisa menjadi meningkat dan berdaya saing di era industri milenial menjemput kemandirian serta merangsang pertumbuan ekonomi baru," tutur Supiyanto.

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved