Berita Kediri
Wujudkan Indonesia Bebas Pasung, Dinkes Kediri Gelar Posyandu Jiwa
Untuk mendukung dan mewujudkan Indonesia Bebas Pasung, Dinkes Kabupaten Kediri menggelar pembinaan Posyandu Jiwa.
TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Dalam rangka mendukung dan mewujudkan Indonesia bebas pasung, serta untuk meningkatkan derajat serta kesehatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berkolaborasi dengan berbagai pihak menggelar pembinaan Posyandu Jiwa.
Dinkes Kediri bekerjasama dengan Dinas Sosial, UPT RSBL Kediri, Puskesmas setempat serta elemen masyarakat dan perangkat desa dalam mewujudkan program bertajuk 'Pembinaan Posyandu Jiwa dan Terapi Aktivitas Kelompok Bagi ODGJ'.
"Posyandu Jiwa ini sebenarnya kami ada 37 titik yang tersebar di 37 Puskesmas se-Kabupaten Kediri. Kali ini kami menggandeng RSBL Kediri untuk memberikan pelatihan aktivitas kelompok di lima lokasi. Kali ini kami laksanakan di Posyandu Jiwa Desa Baye," kata Etik Siti Rahayu, Kasi PTM dan Keswa Dinkes Kabupaten Kediri, Rabu (20/7/2022).
Etik menuturkan, dalam pembinaan posyandu jiwa ini meliputi beberapa tahap kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan secara fisik, assesmen oleh tenaga ahli, pelatihan keterampilan dan aktivitas kelompok oleh pihak RSBL serta penyuluhan kesehatan dari tenaga medis.
"Tujuannya supaya stigma ODGJ di masyarakat ini bisa berubah. ODGJ tidak lagi dijauhi dan dikucilkan yang justru bisa memperburuk kondisinya. Supaya ODGJ ini bisa meningkatkan kemampuan dan priduktivitasnya, sehingga bisa terjun kembali ke masyarakat," kata Etik.
Kegiatan ini tak hanya melibatkan kader ODGJ, namun juga pihak keluarga. Tujuannga supaya keluarga juga bisa memberi dukungan penuh yang mempercepat proses penyembuhan. Keluarga juga diminta berperan aktif untuk upaya pemulihan mereka, termasuk memantau perilaku dan memastikan konsumsi obat sesuai anjuran dokter.
Dalam kegiatan ini, pihak UPT RSBL Kediri juga turur hadir dan memberikan arahan langsung untuk latihan keterampilan dan aktivitas kelompok.
Winda Dwi Wijayanti sebagai Pekerja Sosial Fungsional dari UPT RSBL Kediri menuturkan, pihaknya memberikan latihan keterampilan sesuai kondisi kader ODGJ.
"Kami berikan pelatihan keterampilan dasar. Ada dua jenis. Pertama melatih bagaimana melakukan aktivitas harian seperti mandi, mencuci baju, membersihkan dan merawat diri. Nah karena ODGJ di Posyandu Lentera Jiwa ini sudah bisa, kami beri latihan lanjutan. Membuat kerajinan tangan yang bernilai jual," papar Winda.
Pihaknya kemudian mengajari para kader membuat kerajinan seperti sapu, keset dan berbagai karya lain yang nantinya dapat dijual. Hasilnya akan diberikan pada mereka sebagai salah satu sumber penghasilan.
Pihak desa pun memberi dukungan penuh serta apresiasi terhadap program tersebut. Kepala Desa Baye, Hadi Purwanto mengungkapkan pihaknya akan memberi fasilitas terkait kelancaran program poayandu jiwa tersebut.
"Kami akan mendukung penuh karena program ini sangat penting dan bermanfaat membantu saudara-saudara kami yang berkebutuhan khusus. Kami pihak desa juga siap turut bersumbangsih demi kelancaran program. Tidak hanya bagi warga Desa Baye, semua kader dari berbagai desa yang mau bergabung ke posyandu ini kami persilakan," pungkas Hadi.
Kegiatan yang digelar di Posyandu Jiwa 'Lentera Jiwa' Desa Baye wilayah UPTD Puskesmas Bangsongan ini tak hanya diikuti oleh kader ODGJ dari desa setempat.
Ada beberapa kader yang berasal dari desa lain juga turut bergabung dalam posyandu jiwa ini. Mereka didampingi oleh anggota keluarga dan memberikan respons positif setelah mengikuti kegiatan posyandu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/posyandu-jiwa-di-kabupaten-kediri.jpg)