Berita Nganjuk

Modus Janjikan Pekerjaan Semprot Rumput, Warga Jakarta Bawa Kabur Motor di Nganjuk

Seorang warga Jakarta membawa kabur motor milik warga di Nganjuk. Sebelum itu dia menjanjikan akan memberi pekerjaan ke korban

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
ist
Tersangka penggelapan dan penipuan sepeda motor diamankan Polsek Nganjuk Kota Polres Nganjuk 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Seorang warga kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Klender, Jakarta Timur berinisial AF (58) ditangkap personel Polsek Nganjuk setelah dilaporkan membawa kabur sepeda motor milik seorang warga nganjuk. 

Kapolsek Nganjuk Kota, Kompol Burhanudin menjelaskan, AF bertemu korbannya dengan cara menjanjikan pekerjaan menyemprot rumput di Jl Mastrip Kota Nganjuk. 

AF menjanjikan akan memberikan upah Rp 150 ribu dari pekerkaan tersebut. 

"Janji tersangka memberikan pekerjaan selama satu minggu harus selesai. Dengan gaji lumayan besar tersebut langsung diterima korban," kata Burhanudin, Selasa (12/7/2022).

Korban kemudian bertemu dengan tersangka di salah satu hotel di Kota Nganjuk dengan mengendarai motor dan membawa alat semprot rumput. 

Setelah sempat berbincang-bincang terkait pekerjaan yang akan diberikan pada korban, AF meminjam motor korban dengan alasan untuk membeli obat rumput. 

"Sebenarnya, korban ingin ikut tersangka untuk membeli obat rumput tersebut, namun tersangka meminta korban mengambil alat semprotnya dahulu. Ketika korban kembali dengan membawa alat semprot, ternyata tersangka sudah tidak ada bersama sepeda motornya," ucap Burhanudin.

Merasa menjadi korban penipuan, ungkap Burhanudin, korban langsung melapor ke Mapolsek Nganjuk Kota.

Merespon laporan it, tim Resmob Polsek Nganjuk Kota langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka.

Pria itu kemudian tertangkap saat berada di jalan pertigaan Pasar Hewan Kelurahan Kedondong Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, bersama motor milik korban. 

"Atas perbuatanya tersebut, tersangka akan dijerat pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan barang dengan ancaman pidana hukuman maksimal empat tahun penjara," tutur Burhanudin. 

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved