Berita Nganjuk

Tiap Kali Ada Masalah Keluarga, Pemuda di Nganjuk ini Bacok Warga di Jalan

Pria di Nganjuk ini nekat membacok warga yang ditemui di jalan tiap kali ada masalah dengan keluarganya.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Salah satu pelaku penganiayaan dengan membacok menggunakan sabit kepada para korban saat diperiksa penyidik Satreskrim Polres Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Tim Resmob Polres Nganjuk menangkap seorang pria dari desa Balongasem, Kecamatan Lengkong, kabupaten Nganjuk pelaku penganiayaan dengan senjata tajam. 

Pria tersebut berinisial TPU (21). Sementara seorang rekannya berinisial IR, masih buron. 

Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama menjelaskan, aksi penganiayaan dengan pembacokan oleh kedua pelaku tersebut cukup meresahkan warga dalam beberapa bulan terakhir.

Tindakan mereka dilakukan dengan lokasi berbeda-beda dan tanpa mengenal belas kasihan kepada korban yang tidak dikenalnya.

"Siapa saja baik anak-anak ataupun orang dewasa yang ditemui pelaku ketika di jalan yang sedang marah langsung saja dipepet saat berkendara dan dibacok dengan sabit begitu saja oleh pelaku, setelah itu pelaku kabur meninggalkan korban terluka," kata I Gusti Agung Ananta, Jumat (8/7/2022).

Dijelaskan I Gusti Agung Ananta, motif dari aksi pelaku yang nekat melakukan penganiayaan kepada siapa saja yang ditemu di jalan tersebut bermotif pelampiasan kekesalan.

Kata dia, setiap kali memiiki masalah di keluarganya, pria tersebut langsung mengajak rekannya melakukan penganiayaan. Dan usai melakukan penganiaan dengan pembacokan kepada korbanya, pelaku terlihat puas.

"Aksi penganiayaan di jalanan tersebut dilaporkan oleh para korbannya kepada Polsek terdekat. Namun karena minimnya saksi dan bukti sehingga pelaku cukup sulit dilacak karena setiap melakukan penganiayaan di malam hari langsung kabur," ucap I Gusti Agung Ananta.

Setidaknya, dikatakan I Gusti Agung Ananta, ada 10 korban penganiayaan jalanan yang dilakukan oleh pelaku di wilayah Nganjuk. Dan para korban umumnya mengalami luka bacok senjata tajam sebilah sabit. Umumnya, para korban terluka di tangan dan punggung, namun tidak sampai ada yang meninggal dunia.

Memang, diakui I Gusti Agung Ananta, aksi penganiayaan terhadap para korban tersebut dilakukan oleh salah satu kelompok pemuda anggota sebuah perguruan silat. Dan aksi penganiayaan tersebut awalnya diduga perselisihan antar perguruan silat.

"Ternyata aksi penganiayaan tersebut tidak ada hubunganya sama sekali dengan perselisihan antar perguruan silat. Dan itu dilakukan oleh pelaku yang murni melakukan penganiayaan bermotif pelampiasan kekesalan," tandas I Gusti Agung Ananta.

Tim Resmob Polres Nganjuk, menurut I Gusti Agung Ananta, atas kasus penganiayaan di jalanan tersebut berupaya keras menangkap pelaku yang belum diketahui identitasnya. Apalagi kasus penganiayaan yang diduka dilakukan oleh pelaku terus terjadi di berbagai lokasi.

Hingga akhirnya, ungkap I Gusti Agung Ananta, tim Resmob berhasil mengetahui pelaku penganiayaan jalanan tersebut. Dan satu orang pelaku berinisial TPU yang bekerja sebagai pekerja serabutan dan tempat pekerjaanya berpindah-pindah berasil diamankan. Dan satu pelaku utama aksi penganiayaan dengan pembacokan menggunakan sabit tersebut masih dikejar dan menjadi DPO.

"Dan tim Resmob akan terus mengejar pelaku yang telah kami ketahui identitasnya tersebut sampai dimanapun. Untuk tersangka kasus penganiayaan itu sendiri kami jerat dengan Pasal 170 KUHP dan UU Darurat nomor 12 tahun 1951. Tersangka ini diancam hukuman lebih dari 5 tahun penjara," tutur I Gusti Agung Ananta didampingi Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto. (aru/Achmad Amru Muiz)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved