Berita Nganjuk

Dinas PUPR Nganjuk Tahun ini Bentuk URC Drainase, Tugasnya Memelihara Saluran Air Perkotaan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk kini memiliki tiga unit reaksi cepat (URC). Terbaru, URC Drainase

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Banjir yang sempat melanda Kota Nganjuk beberapa waktu lalu akibat terjadinya pendangkalan sendimen di Drainase Perkotaan. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk kini memiliki tiga unit reaksi cepat (URC).

Yakni URC Perbaikan Jalan, URC Jogotirto untuk menangani perairan dan sungai, serta URC Drainase yang dibentuk tahun ini. 

Staf Bidang Cipta Karya PUPR Kabupaten Nganjuk, Suwignyo menjelaskan, URC Drainase tersebut bertugas membidangi pemeliharaan drainase perkotaan yang sebelumnya merupakan tupoksi dari Dinas PRKPP atau Dinas Perkim.

Dikatakan Suwignyo, awal mula terbentuknya URC drainase tersebut untuk mengatasi sering terjadinya banjir di wilayah perkotaan seperti Kota Nganjuk, Kota Kertosono, atau Kota lain di Kabupaten Nganjuk.

"Seperti beberapa waktu lalu sempat terjadi banjir di sekitar Pasar Wage Kota Nganjuk, maka kami langsung terjunkan tim URC Drainase ke lokasi tersebut untuk menormalisasi Darainase yang mengalami pendangkalan," kata Suwignyo dalam talkshow di Radio Suara Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk, kemarin.

Menurut Suwignyo, sebelum menerjunkan tim URC Drainase Dinas PUPR, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Desa atau Kelurahan dan OPD yang dahulu membangun dan menangani drainase yakni Dinas Perkim.

Dari hasil koordinasi, maka akan ditentukan titik mana yang terkena genangan saat musim hujan. Selanjutnya dilakukan pembuatan jadwal untuk menentukan lokasi yang akan lebih dulu diperbaiki.

"Seperti saat musim kemarau sekarang ini, kegiatan pemeliharaan drainase dimaksimalkan. Yakni dengan rutin bekerja setiap hari membersihkan sedimentasi saluran drainase agar aliran air lancar," ujar Suwignyo.

Lebih lanjut dikatakan Suwignyo, untuk penampungan air di Kota Nganjuk semua drainase perkotaan berasal dari permukiman, dan semua air akan masuk ke afur atau saluran pembuang. Dimana ada beberapa saluran pembuangan diantaanya saluran pembuang maria yang mengalir ke Sungai Kuncir kanan dan saluran pembuang asri yang mengalir langsung ke Sungai Brantas.

Dan untuk tahun 2022 ini, tambah Suwignyo, Dinas PUPR berencana akan membuat kolam ratensi atau penampungan di Kelurahan Mangundikaran, kemudian untuk tahun depan di Kelurahan Payaman.

Untuk mencegah terjadinya banjir di Kota Nganjuk, imbuh Suwignyo, pihaknya juga selalu mengimbau kepada masyarakat perkotaan khususnya Kota Nganjuk agar menjaga kebersihan dan menjaga drainase supaya tidak ada genangan atau sedimen sampah yang menumpuk.

"Karena dampak dari membuang sampah di selokan atau saluran drainase yang sedimen menumpuk dipastikan akan menyebabkan terjadinya banjir," tutur Suwignyo. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved