Berita Kripto
Pasar Kripto Was-was Menanti Pengumuman The Fed
Para investor dan trader Kripto sedang was-was menanti pengumuman dari bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserves (The Fed).
Penulis: eben haezer | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.com - Para investor dan trader Kripto sedang was-was menanti pengumuman dari bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserves (The Fed).
Mereka menunggu pernyataan ketua The Fed, Jerome Powell, terkait apakah The Fed masih akan agresif setelah beberapa waktu lalu menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps).
Sebelumnya, kebijakan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 bps, dari 1,5 persen menjadi 1,75 persen, menyebabkan pasar kripto terkoreksi secara tajam. Kebijakan menaikkan suku bunga ini dibuat The Fed untuk membendung inflasi.
Bitcoin (BTC) misalnya, sempat drop hingga level terendah dalam 18 bulan terakhir. Hal ini juga memicu harga koin-koin kripto lainnya terkoreksi tajam.
Baca juga: Mengenal Istilah-istilah Dalam Investasi Kripto yang Wajib Diketahui Para Pemula
Meski sempat terjerembab, harga Bitcoin sempat terpompa ke rentang 20.600 dolar AS. Bahkan, saat berita ini ditulis, Bitcoin masih berusaha mempertahankan tren kenaikan dan tercatat bernilai sekitar 20.500 dolar AS per BTC, atau naik tipis 0,21 persen dalam rentang 24 jam terakhir.
Ketua The Fed, Jerome Powell sendiri memang direncanakan akan memberikan pidatonya hari ini. Pidatonya di hadapan Komite Perbankan Senat AS ini sangat ditunggu-tunggu oleh investor dan trader untuk membuat keputusan apakah akan melikuidasi aset kripto yang mereka miliki atau tetap mempertahankannya.
Dikutip dari Kompas.com, Research Analyst Zipmex Indonesia, Fahmi Almuttaqin mengatakan, keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menaikkan suku bunga sebesar 0,75 persen pekan lalu telah mendorong sebagian besar investor untuk menjual aset kriptonya dan beralih ke instrumen yang lebih konservatif.
Sehingga, aset kripto mengalami koreksi akibat rendahnya permintaan di pasar.
Sementara itu, dari sisi faktor internal, isu yang terjadi pada stablecoin TerraUSD telah mengakibatkan efek domino merosotnya nilai aset kripto secara keseluruhan.
“Penurunan harga aset kripto tidak hanya memengaruhi investor ritel. Celsius, salah satu platform pengelolaan aset digital terbesar di dunia, membekukan fitur pencairan dana untuk menjaga likuiditas perusahaan sejak minggu lalu,” kata Fahmi dalam siaran pers, Selasa (21/6/2022).
Baca juga: Sempat Jatuh ke Titik Terendah, Harga Bitcoin Kembali Terpompa. Tahan Berapa Lama?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/dyor-adalah.jpg)