Berita Kripto
Sempat Jatuh ke Titik Terendah, Harga Bitcoin Kembali Terpompa. Tahan Berapa Lama?
Harga Bitcoin kembali terpompa ke kisaran 20 ribu dolar AS setelah sempat jatuh ke harga terendah. Bisa bertahan berapa lama?
Penulis: eben haezer | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.com - Bitcoin telah menyentuh harga terendahnya selama 1 tahun terakhir di kisaran 17.832 dolar AS atau sekitar Rp 263,31 juta , kemarin (19/6/2022).
Penurunan harga Bitcoin ini turut memicu penurunan harga koin-koin lainnya dan semakin mempertegas situasi pasar yang masih bearish.
Jatuhnya harga Bitcoin ini telah memicu tren pasar yang menurut para analis dapat memicu gelombang aksi jual paksa.
Baca juga: DOGE Berusaha Pertahankan Tren Kenaikan Setelah Cuitan Elon Musk
Namun, saat berita ini ditulis, Selasa (20/6/2022) sore, harga Bitcoin kembali terpompa ke rentang 20.600 dolar AS atau meningkat sekitar 8,5 persen dalam 24 jam terakhir.
Terpompanya harga Bitcoin ini sedikit memberi harapan bagi pasar.
Namun, dikutip dari Kontan.co.id, trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengungkapkan bahwa rebound harga Bitcoin terjadi karena nilainya yang sudah oversold.
Hal itu terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik mingguan yang sudah oversold. Artinya, tekanan jual sudah mereda, sehingga harganya bisa kembali naik dalam jangka pendek.
Dia juga melihat bahwa investor tampaknya memanfaatkan rendahnya volume trading di akhir pekan untuk melakukan strategi buy the dip, sama seperti yang terjadi di pasar modal.
“Mereka memutuskan memborong aset kripto saat ini, karena takut menunggu fase bullish yang lebih lama lagi, jadi berusaha untuk take profit secara singkat,” katanya
Menurut Afid, Bitcoin masih sulit keluar dari tekanan dalam jangka pendek.
Pasalnya, investor tetap cemas dengan inflasi yang tinggi, berlanjutnya kejatuhan ekonomi dari invasi Rusia ke Ukraina, dan kemungkinan meningkatnya resesi global.
Belum lagi ada sentimen dari kekhawatiran mengenai rapuhnya sistem aset kripto. Hal ini muncul setelah platform Celsius sempat menghentikan proses withdrawals-nya, serta adanya rumor gagal bayar utang (insolvency) yang melanda perusahaan modal ventura, Three Arrows Capital.
“Saat ini, Bitcoin masih lemah dan tidak ada kejelasan di mana titik bottom yang akan ditujunya. Analisa teknikal tidak begitu berguna saat ini, tapi fundamental atau makroekonomi yang bisa menentukan arah Bitcoin,” imbuh Afid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/prediksi-harga-bitcoin.jpg)