Senin, 4 Mei 2026

Kasidah Nasida Ria

Nasida Ria 45 Tahun Berkarya Telorkan 400 Lagu yang Diidolakan Masyarakat Indonesia dan Dunia

Saya dan ayah membentuk grup untuk wadah regenerasi. Mulai dari nol kemudian terbentuk. Awalnya bernama Qasidah Tanpa Nama (QTN) kemudian muncul Ezura

Tayang:
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin

TRIBUNMATARAMAN.COM -Sudah 40 tahuh lebih Grup Kasidah Nasida Ria asal Semarang, Jawa Tengah masih eksis dan albumnya masih dinanti masyarakat.

Walau usianya sudah hampir setengah abad, Grup legendaris tersebut berupaya tetap eksis di blantika musik Indonesia.

Selama masa pandemi, grup yang didominasi perempuan itu tak lagi manggung.

Namun mereka beralih ke ranah virtual.

Di era digital, Nasida Ria mencoba bertahan melalui media sosial serta regenerasi demi berdakwah dan menjaga tradisi.

Kisah-kisah lucu dan mengharukan meluncur dari ingatan Rien Djamain dan 10 personel grup musik kasidah Nasida Ria melalui tayangan langsung Nasida Ria TV di kanal Youtube.

Mereka menyapa penggemar dan berbagi pengalaman selama bermusik dengan mengusung genre kasidah.

Penampilan virtual dari studio Nasida Ria di Gunungpati, Semarang, khusus digelar untuk merayakan "45 Tahun Nasida Ria Berkarya".

Grup musik kasidah yang beranggotakan 11 personel dari generasi satu hinga tiga masih eksis dan sanggup menembus batas dengan teknologi digital.

Mereka adalah Rien Djamain (bass gitar), Afuwah (kendang), Nadhiroh (biola), Nurhayati (biola ), Sofiatun (keyboard), Hamidah (seruling), Nurjanah (gitar), Uswatun Hasanah (gitar), Titik Mukaromah (gitar), Siti Romnah (piano), Thowiyah (kendang ).

Grup kasidah, Nasida Ria sudah 45 tahun berkarya hingga menelorkan 400 lagu. Di masa pandemi, mereka tak lagi pentas di hadapan orang banyak, tapi beralih ke ranah virtual.(NAsida Ria)
Grup kasidah, Nasida Ria sudah 45 tahun berkarya hingga menelorkan 400 lagu. Di masa pandemi, mereka tak lagi pentas di hadapan orang banyak, tapi beralih ke ranah virtual.(NAsida Ria) (Nasida Ria)

Semua personelnya minimal menguasai tiga jenis alat musik dan vokal sehingga dapat saling bergantian ketika pentas.

Choliq Zain, General Manager Nasida Ria, mengatakan Nasida Ria tetap produktif di saat pandemi dengan berbagai konten di platform digital termasuk mengisi acara di televisi swasta.

"Kalau pentas outdoor tidak boleh, harus pintar-pintar cari peluang. Manajemen membuat konser virtual di studio sendiri, lalu di-share ke YouTube," jelasnya kepada wartawan melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Konser virtual sederhana menjadi strategi mendekatkan Nasida Ria pada pencinta musik segala umur.

Sekaligus membuktikan grup musik kasidah modern asal Semarang ini tak redup dimakan zaman.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved