Berita Probolinggo

Wisatawan Wajib Tahu, Ada Tarif Rp 1 Juta Untuk Mengambil Foto dan Video Komersil di Gunung Bromo

Wisatawan gunung Bromo wajib tahu bahwa pengambilan foto dan video untuk tujuan komersil akan dikenakan biaya

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com
Gunung Bromo. 

Reporter: Rifky Edgar

TRIBUNMATARAMAN.com | PROBOLINGGO- Tarif foto di Bromo belakangan ini menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial.

Hal ini setelah seorang pengguna media sosial mengunggah biaya pengambilan foto dan video di Bromo yang mencapai Rp 1 juta.

Polemik pengambilan foto dan video di Bromo itu kemudian banyak direspon oleh netizen dan Balai Besar Kawasan Bromo Tengger Semeru BB TNBTS.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Syarif Hidayat menyampaikan, bahwa sebenarnya  ada tarif  selain tiket masuk yang harus dibayarkan wisatawan untuk memotret di kawasan Bromo.

Tarif ini berlaku apabila ada seseorang yang melakukan pengambilan foto dan video dengan tujuan untuk dikomersilkan.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Kehutanan.

Untuk besaran tarifnya meliputi, pengambilan video komersil Rp 10 juta per paket, handycam Rp 1 juta per paket dan foto Rp 250 ribu per paket.

Sedangkan bagi wisatawan yang ingin melakukan pengambilan foto dan video tanpa tujuan untuk dikomersilkan tidak dikenai tarif alias gratis.

"Pungutan jasa kegiatan alam di TNBTS ini disetorkan ke kas negara sebagai PNBP sesuai ketentuan perundangan. Selanjutnya disetorkan ke kas negara. Jadi bukan untuk petugas di sini," ucapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved