Regional
Selingkuhan Minta Dinikahi & Nantang Apa Perlu Diantar ke Pengadilan untuk Ceraikan Istrinya
Begitu membaca chat tersebut, tersangka Neneng langsung kelimpungan dan emosinya tak terkendali. Apalagi posisi Neneng sendiri terancam diceraikan.
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
TRIBUNMATARAMAN.COM - Keberanian Dini Nurdiani (26) minta dinikahi secara resmi oleh selngkuhannya berujung petaka.
Korban Dini harus meregang nyawa setelah ditusuk menggunakan pisau oleh istri ID (27).
Dalam kondisi terluka dan tak berdaya, korban dihajar dengan balok kayu hingga tewas di lokasi.
Kekerasan yang dilakukan Neneng Umaya (24) karena marah setelah membaca chat suaminya dengan korban.
Dalam pesan itu tertulis di layar handphone suaminya, korban Dini menanyakan soal perceraian dengan istri sahnya.
"Kapan kamu ceraikan istri? ID (suami Neneng) jawab 'nanti abis lebaran'. Perlu enggak saya antarkan ke Pengadilan Agama (PA)?"
Begitu membaca chat tersebut, tersangka Neneng langsung kelimpungan dan emosinya tak terkendali.
Apalagi posisi Neneng sendiri terancam diceraikan.
Dari situ akhirnya tersangka mempunyai niat jahat dengan selingkuhan suaminya.
Puncaknya, Selasa (26/4/2022), Neneng menggunakan ponsel suaminya, ID mengajak Dini janjian di suatu tempat via chat.
Korban yang sudah menyimpan nama ID di memori ponselnya mengira yang mengirim chat itu adalah kekasihnya.
Setelah Neneng dengan Dini bertemu di halte bus Taman Mini Indonesia Indah.
Ketika pertemuan berlangsung, Neneng merahasiakan identitasnya. Ia mengaku sebagai keponakan ID untuk menjemputnya.
Tak lama berselang, Neneng dan Dini menuju Perumahan Grand Citra Cibubur di Jatirangga, Jatisampurna, Bekasi Kota.
Di lokasi itu, Dini diminta menunggu oleh Neneng Tersangka pura-pura mau beli minuman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Istri-bunuh-WIL3.jpg)