Berita Lumajang

Derita Pemilik Usaha Keciput di Lumajang, Kehilangan Pelanggan Saat Minyak Goreng Mahal

Derita Pemilik Usaha Keciput di Lumajang, Kehilangan Pelanggan Saat Minyak Goreng Mahal sehingga kini pendapatan menurun

Editor: faridmukarrom
Tony Hermawan
Farida, pembuat keciput mengeluh minyak goreng bikin kehilangan pelanggan. 

Laporan Tony Hermawan

TRIBUNMATARAMAN.com | LUMAJANG -  Menjelang hari raya Idul Fitri biasanya menjadi momen Farida untuk meraup untung maksimal menjual kue kering keciput ke agen-agen besar.

Namun tahun ini dia harus menerima kenyataan, bahwa paceklik yang merundungnya selama 3 tahun terakhir tak kunjung pergi.

Produksi kue keciput tahun ini terpaksa merosot drastis.

Ini disebabkan karena Farida kesulitan mendapat minyak goreng industri.

"Biasanya dua bulanan sebelum lebaran sudah produksi. Ya kira-kira kalau sudah 15 hari sebelum lebaran sudah produksi 9 ton. Tapi sekarang 1 ton belum ada karena produksi kemarin baru mulai puasa hari kedua," kata Farida, saat ditemui di rumahnya di Desa Selok Besuki Kecamatan Sukodono.

Farida pemilik usaha Keciput
Farida, pembuat keciput mengeluh minyak goreng bikin kehilangan pelanggan.

Selain langka, ketika tersedia harganya cukup mahal.

Minyak goreng industri per liter Rp22.000.

Padahal, sekali produksi kue keciput setidaknya Farida membutuhkan minyak goreng sebanyak 80 liter.

Praktis, sekali produksi kue keciput dia harus mengeluarkan modal sekitar Rp1,7 juta hanya untuk mendapat bahan baku minyak goreng saja.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved