Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Apresiasi Rumah Restorative Justice 'Sasono Pangimbangan'

Pemkab Nganjuk memberikan apresiasi dibukanya Rumah Restorative Justice 'Sasono Pangimbangan' oleh Kejaksaan Negeri Nganjuk

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi bersama Kepala Kejari Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth SH dan Forpimda Kabupaten Nganjuk saat mengikuti launching Rumah Restorative Justice oleh Kajati Jatim melalui zoom. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Pemkab Nganjuk memberikan apresiasi dibukanya Rumah Restorative Justice 'Sasono Pangimbangan' oleh Kejaksaan Negeri Nganjuk di Desa Grojogan Kecamatan Berbek.

"Launching ini suatu hal luar biasa. Mewakili Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan masyarakat Nganjuk kami bersyukur dan terimakasih kepada Kejati dan Kejari Nganjuk atas program Rumah Restorative Justice tersebut," kata Marhaen Djumadi, Plt Bupati Nganjuk, Kamis (31/3/2022).

Dikatakan Marhaen Djumadi, untuk dapat memfungsikan keberadaan Rumah Restorative Justice secara maksimal, dirasa perlu adanya sinergitas dari semua pihak, terutama Fokopimcam, Pemerintah Desa dan Tokoh Masyarakat/Adat dan Agama.

"Dengan demikian, Rumah Restorative Justice menjadi suatu tempat atau wadah yang dapat digunakan menyelesaikan perkara secara cepat, sederhana, dan biaya ringan,” ucap Marhaen Djumadi yang berharap ke depan Rumah Restorative Justice bisa terbentuk di 20 Kecamatan di Kabupaten Nganjuk.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth SH mengatakan, Rumah Restorative Justice (RJ) sebagai tempat upaya penyelesaian perkara tindak pidana di luar jalur hukum. Syaratnya, kasus pidana itu harus ada mediasi atau musyawarah antara korban dan pelaku.

“Kearifan lokal menjadi poin utama dalam penerapan RJ, mengedepankan hukum yang adil. Dengan demikian terwujudnya harmonisasi di tengah-tengah masyarakat bisa diwujudkan," kata Nophy Tennophero Suoth.

Launching RJ di Desa Grojogan tersebut sekaligus sebagai rangkaian hari jadi Kabupaten Nganjuk ke 1085.

“Harapan kami spirit desa akan menjadi bagian dari penagakan hukum di Kabupaten Nganjuk. Nganjuk menjadi daerah yang kondusif dan bangkit dari segala hal," ucap Nophy yang menyebut dipilihnya Desa Grojogan sebagai RJ pertama di Nganjuk  dilatarbelakangi dengan adanya situs Makam Eyang Jaksa.

Sedangkan dalam launching RJ secara zoom, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,  Mia Amiati SH menyatakan, prinsip penyelesaian permasalahan dengan perdamaian dan musyawarah telah diterapkan kejaksaan dalam penghentian penuntutan berdasar keadilan restoratif.

Yakni dengan mengedepankan perdamaian dan melakukan musyawarah antara pihak tersangka dan keluarga tersangka dengan pihak korban dan keluarga korban, disaksikan tokoh masyarakat.

Dikatakan Mia Amiati, ada beberapa syarat dalam penyelesaian hukum dalam program RJ. Diantaranya tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Selanjutnya, dilihat nilai kerugian dari tindak pidana itu tidak lebih dari Rp 2,5 juta, dan ancaman pidananya dibawah lima tahun,

"Dan dari kedua belah pihak secara hati nurani saling memaafkan tanpa ada paksaan atau dendam. Tentunya apabila persyaratan tersebut bisa dipenuhi maka bisa masuk dalam Program RJ," tutur Mia Amiati. (aru/Achmad Amru Muiz) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved