Berita Nganjuk

Nama Anggota DPRD Nganjuk yang Dipenjara Karena Narkoba Masih Masuk Dalam Daftar Anggota Komisi

Nama anggota DPRD Kabupaten Nganjuk yang telah divonis bersalah dalam kasus narkoba, masih masuk dalam daftar terbaru anggota-anggota komisi di DPRD. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman/achmad amru muiz
Rapat Paripurna DPRD Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Nama anggota DPRD Kabupaten Nganjuk yang telah divonis bersalah dalam kasus narkoba, masih masuk dalam daftar terbaru anggota-anggota komisi di DPRD. 

Nama anggota dewan yang terjerat narkoba itu masih dimasukkan di dalam daftar karena belum dilakukan pergantian antar waktu meski sudah mendekam dalam penjara.  meskipun kini mendekam dalam penjara.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Raditya Haria Yuangga mengatakan, selama belum ada PAW maka keanggotaan dari satu anggota DPRD Nganjuk yang divonis bersalah dalam kasus Narkoba tersebut belum bisa diubah. Artinya, anggota DPRD tersebut masih tetap menerima hak-haknya sebagai anggota DPRD.

"Itu sudah sesuai ketentuan yang ada, DPRD tidak bisa serta merta mencoret nama dari anggota DPRD meski divonis bersalah dalam kasus narkoba oleh Pengadilan," kata Raditya Haria Yuangga usai rapat Pariurna DPRD Nganjuk, Kamis (31/3/2022).

Untuk proses PAW anggota DPRD yang telah divonis bersalah dalam kasus Narkoba, dikatakan Raditya, sekarang ini sedang dalam proses. Diharapkan dalam waktu dekat akan dilakukan Paripurna PAW salah satu anggota DPRD Kabupaten Nganjuk tersebut.

"Ditunggu saja ya, DPRD sendiri tidak bisa mengambil kebijakan terkait PAW anggota DPRD karena itu kewenangan dari Parpol," ucap Raditya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, sejak awal atas vonis bersalah dari salah satu anggota DPRD Nganjuk dalam kasus narkoba oleh Pengadilan Negeri Nganjuk pihaknya sudah bertindak. Yakni dengan memproses usulan PAW dari anggota DPRD bersangkutan.

"Tentunya apabila Parpol pengusung anggota DPRD bersangkutan sudah mengirimkan surat PAW maka pasti langsung diproses ke KPU untuk diverifikasi penggantinya sesuai aturan yang ada," kata Tatit Heru Tjahjono.

Sedangkan terkait perubahan alat kelengkapan DPRD Kabupaten Nganjuk, dikatakan Tatit Heru Tjahjono, itu sesuai dengan aturan yang ada. Yakni adanya pergeseran keanggotaan anggota DPRD di alat kelengkapan. Hal itu setelah diusulkan oleh masing-masing fraksi DPRD.

"Itu biasa sesuai aturan yakni 2,5 tahun dilakukan perubahan keanggotaan anggota DPRD di alat kelengkapan Dewan. Dan itu dapat dilakukan setelah adanya persetujuan dan usulan dari setiap fraksi DPRD," tutur Tatit Heru Tjahjono. (aru/Achmad Amru Muiz) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved