Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Dorong Terbentuknya Posyandu Kesehatan Jiwa di Tiap Kecamatan

Pemkab Nganjuk mendorong terbentuknya Posyandu Kesehatan Jiwa di setiap kecamatan untuk menumbuhkan kesadaran terkait kesehatan jiwa

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmatara
Kapolres Nganjuk, AKBP Boy Jeckson Situmorang (kanan) bersama Jito, ODGJ asal kecamatan Bogor yang baru saja dibersihkan. Pemkab Nganjuk mendorong adanya Posyandu Kesehatan Jiwa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan jiwa. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk menggelar sosialisasi pembentukan posyandu kesehatan jiwa.

Tujuannya, untuk meningkatkan derajat kesehatan jiwa, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan jiwa, serta  berupaya untuk mencegah gangguan kejiwaan sejak dini.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bukan hanya orang gila (penderita berat), tetapi juga orang yang dalam tekanan, stres, dan berperilaku tidak sesuai dengan kebiasaan lainnya.

Kata dia, sebagian besar ODGJ di Kabupaten Nganjuk merupakan kelompok usia produktif. 

Yakni ada 189 orang penderita ODGJ di Kecamatan Bagor, 46 orang di Kecamatan Baron, 181 orang di Kecamatan Berbek, 150 orang di Kecamatan Gondang, 54 orang di Kecamatan Jatikalen, 31 orang di Kecamatan Lengkong, 59 orang di Kecamatan Loceret, 78 orang di Kecamatan Ngetos, 59 orang di Kecamatan Ngluyu, 172 orang di Kecamatan Ngronggot, 141 oragn di Kecamatan Pace, 60 orang di Kecamatan Patianrowo, 135 orang di Kecamatan Rejoso, 62 orang di Kecamatan Sawahan, 89 orang di Kecamatan Wilangan, dan 193 orang di Kecamatan Sukomoro.

"Dari data yang ada, sekitar 2.763 orang di Nganjuk dengan kondisi terkena gangguan jiwa," kata Marhaen Djumadi, dalam sosialisasi Pembentukan Posyandu Kesehatan Jiwa, Rabu (23/3/2022).

"Untuk penderita ODGJ yang paling banyak ada di Kecamatan Prambon dengan jumlah 418 orang, disusul Kecamatan Kertosono sebanyak 223 orang, dan di Kecamatan Tanjunganom sebanyak 215 orang serta di Kecamatan Nganjuk sebanyak 208 orang," tambahnya.

"Dan ini menjadi PR bersama dan Pemerintah harus ikut terjun. Kita tidak perlu malu dan yang paling penting bagaimana solusinya dengan memastikan bahwa masyarakat memiliki BPJS, tempat penanganan pasien yang layak, stok obat harus ada, memastikan pangannya yang aman, serta pemeriksaan pasien dengan keterangan sakitnya karena apa dan ada keluarga yang dekat," tandas Marhaen Djumadi.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Laksomono Pratignjo mengatakan, dengan jumlah pasien ODGJ yang semakin meningkat dirasa perlu adanya posyandu Kesehatan jiwa, Dengan demikian jangan sampai ada pasien yang dipasung, karena pasien ODGJ butuh bersosialisasi dengan keluarga.

"Memang, orang sakit jiwa itu sulit ditangani sehingga pasien harus rutin mengonsumsi obat, jika tidak minum obat pasien pasti kambuh. Sedangkan masalah obat yang ada di provinsi sering kali kosong. Dan untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu adanya kegiatan rakor bersama instansi terkait untuk mencari solusi yang tepat terkait pasien ODGJ tersebut," tutur Laksomono. (aru/Achmad Amru Muiz)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved