Berita Nganjuk

Berdalih Buat Bayar Utang, Pria di Nganjuk Embat Motor Petani yang Ditinggal Mengurus Sawah

Berdalih untuk membayar utang, seorang pria di Nganjuk mencuri sepeda motor seorang petani yang ditinggal pergi ke sawah.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
ist
ilustrasi pencurian motor 

TRUBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Satreskrim Polres Nganjuk menangkap pria berinisial AR (53), warga desa Mojoagung, kecamatan Prambon, kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, karena diduga melakukan pencurian sepeda motor. 

Kepada polisi, AR mengaku nekat mencuri motor karena terjerat utang. 

Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama menjelaskan, AR mencuri motor seorang petani yang diparkir di tepi sawah di desa Juwet, kecamatan Ngronggot, kabuapten Nganjuk. 

"Tersangka dalam aksinya mencuri motor tidak menggunakan alat bantu apapun," kata I Gusti Agung Ananta Pratama melalui Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto, Kamis (24/3/2022).

Dia menambahkan, sebelum beraksi, AR diduga sempat mengintai korbannya. Pasalnya, dia tahu bahwa korban menyembunyikan kunci motor di bawah sandal yang ditinggal bekerja ke sawah. 

"Ketika korban sedang bekerja itulah, tersangka mencuri sepeda motor dengan mengambil kunci motor yang disembunyikan di bawah sandal jepit didekat motor. Tersangkapun langsung membawa kabur sepeda motor korban," ucap I Gusti Agung.

Korban sempat melihat kalau sepeda motornya dibawa kabur tersangka ke arah selatan. Korban juga sempat mengenali dan melihat ciri-ciri tersangka yang mencuri sepeda motornya.

"Atas kehilangan sepeda motornya di sawah, korban melapor ke Polisi melalui nomor WA wayahi lapor kapolres," ujar I Gusti Agung Ananta.

Menerima laporan kehilangan motor dari korban, jajaran Satreskrim langsung melakukan tindak lanjut dengan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Hingga tim Resmob Polres Nganjuk berhasil mengamankan tersangkanya.

Selain itu, tambah I Gusti Agung Anantia, tim Resmob juga mengamankan tiga orang lain dengan tuduhan sebagai perantara dan penadah barang hasil curian. Yakni SJ (57), SR (38) sebagai perantara, dan HP (34) sebagai penadah.

"Saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan yang dimungkinkan ada TKP lain yang dilakukan tersangka. Dan kami mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam memarkir sepeda motornya dan kunci sepeda motor bisa dibawa atau tidak ditinggal di sepeda motornya untuk menghindari aksi pencurian," tutur I Gusti Agung Ananta Pratama. (aru/Achmad Amru Muiz) 

 

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved