Berita Kediri
Buka Muswil Jaringan Sekolah Islam Terpadu di Kediri, ini Pesan Gubernur Khofifah
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa membuka Muswil sekoah Islam Terpadu di Kota Kediri. Ini pesan Khofifah di acara tersebut.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) 5 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia di Hotel Insumo, Kota Kediri, Minggu (27/2/2022).
Gubernur Khofifah mengungkapkan, proses tarbiyah tidak bisa dilakukan secara utuh melalui pembelajaran secara virtual.
"Itu menjadi tantangan kita bersama bagaimana pembentukan karakter peserta didik tetap bisa berseiring dengan academic achievement. Sebab tidak mudah mengukur karakter, apalagi secara virtual, karena masing-masing anak punya relatifitas untuk mengukur moralitas dan akhlakul karimah," terangnya.
Sehingga menjadi tanggung jawab bersama bagaimana cara mencapai academic achievement berseiringan dengan konsep akhlakul karimah yang komprehensif.
Dijelaskan Khofifah, antara transformasi digital dan proses membangun ukhuwah harus terintegrasi. Menyoal tentang bagaimana membangun ukhuwah yang inklusif bukan eksklusif.
Sementara Bagus Alit, Sekretaris Daerah Kota Kediri yang hadir mewakili Walikota Kediri menjelaskan, Pandemi Covid 19 telah membuat digitalisasi tidak bisa dihindarkan.
Termasuk pendidikan menjadi salah satu sektor yang mengalami dampak. Terlebih di masa pandemi, banyak tantangan yang harus diwaspadai oleh setiap komponen yang terlibat didalamnya.
Bagus mengatakan, saat ini baik pemerintah dan masyarakat dihadapkan pada disrupsi dalam dunia pendidikan. Guru dan siswa dipaksa beradaptasi dengan metode pembelajaran secara tatap muka (PTM), daring serta hybrid (gabungan daring+luring).
“Ada beberapa yang hilang dari pembelajaran daring yaitu dimensi sikap peserta didik dan tidak adanya feed back guru sesudah siswa mengerjakan tugas sehingga berdampak kurangnya pemahaman belajar siswa,” jelasnya.
Diingatkannya, internet dan media online hanyalah tools untuk belajar. Konten internet bisa saja membuat siswa mengetahui segala hal. Namun tidak cukup mampu membekali kecerdasan sosial dan emosional.
Hal ini yang menjadi tantangan guru dan lembaga pendidikan untuk menghadirkan pendidikan berkualitas di tengah pandemi sekaligus menguatkan literasi digital pada keseharian peserta didik. "Siswa perlu dibekali dengan skill-skill yang diperlukan di masa depan,” ujarnya.
Muswil JSIT Indonesia wilayah Jawa Timur ini terlaksana selama dua hari. Kegiatan ini diikuti sedikitnya 130 peserta pengurus JSIT dari masing-masing kabupaten dan kota di Jawa Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/pembukaan-muswil-5-jaringan-sekolah-islam-terpadu.jpg)