Kamis, 23 April 2026

Berita Tulungagung

Tempat Kos Putri di Tulungagung Lock Down, Gara-garanya Ada 22 Mahasiswi  Terkonfirmasi Covid-19

Sebanyak 22 mahasiswi UIN Satu Tulungagung terkonfirmasi Covid-19. Mereka yang terkonfirmasi tinggal bersama di satu tempat kos

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
Surya.co.id/bobby c koloway
Ilustrasi - Petugas sedang mengantar pasien positif Covid-19 ke RS rujukan. 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG
Sebanyak 22 mahasiswi UIN Satu Tulungagung terkonfirmasi Covid-19.

Mereka yang terkonfirmasi tinggal bersama di satu tempat kos yang juga tempat mengaji bersama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmat melalui Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Didik Eka, membenarkan kejadian ini.

Didik memaparkan, awalnya ada satu penghuni kos asal Lamongan yang sakit dan dirawat di sebuah rumah sakit.

Pihaknya dihubungi rumah sakit dan laboratorium yang melakukan tes PCR,   menyampaikan mahasiswi ini positif Covid-19.

"Jadi terkonfirmasi PCR Covid-19. Kami menindaklanjuti dengan tracing (pelacakan)," terang Didik, Kamis (27/1/2022).

Seluruh penghuni tempat kos, sebanyak 80 mahasiswi menjalani rapid test antigen pada Selasa (25/1/2022).

Hasilnya ada 37 mahasiswi yang dinyatakan reaktif, lalu ditindaklanjuti dengan tes PCR.

Hasil tes PCR yang keluar kemarin, Rabu (26/1/2022) ada 21 mahasiswi yang terkonfirmasi Covid-19. 

"Tempat kos ini sepenuhnya lock down. Mereka yang dinyatakan negatif diungsikan," ungkap Didik.

Pelacakan dilanjutkan kepada 8 ustazah yang mendampingi para mahasiswi.

Hasilnya ada tiga orang yang dinyatakan reaktif dan dilanjutkan tes PCR, namun hasilnya belum diketahui.

Dari 22 pasien ini, enam di antaranya dicurigai terpapar varian Omicron.

Karena itu sampel swab mereka dikirim ke laboratorium yang ada di Surabaya.

"Enam sampel itu dua dari pasien asal Tulungagung, dua lainnya dari luar Kabupaten Tulungagung," papar Didik.

Saat ini Dinkes belum bisa memastikan sumber penularan 22 mahasiswi ini.

Pada pasien ini terdiri dari 12 mahasiswi asal  luar kota  dan 9 asli Tulungagung.

Di antara mereka adalah pelaku perjalanan antar kota.

"Kami belum belum telusuri lebih jauh lagi. Kapan mereka datang ke Tulungagung, apakah ada keluarganya yang dari  luar negeri," pungkas Didik. (David Yohanes) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved