Breaking News:

Berita Tulungagung

15 Pendekar dari 2 Perguruan Silat di Tulungagung Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan

Satreskrim Polres Tulungagung menetapkan 15 orang anggota Perguruan silat sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Para tersangka saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polres Tulungagung. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Satreskrim Polres Tulungagung menetapkan 15 tersangka dalam kasus pengeroyokan.

Lima di antara tersangka masih anak-anak sehingga tidak ditahan.

Sementara dua orang lainnya masih buron, karena kabur saat akan ditangkap.

"Mereka ini oknum dari perguruan silat. Jadi kalau ada masalah personal, jangan bawa-bawa perguruannya," terang Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Apel Bersama Perguruan Silat di Tulungagung, Ajang Silaturahmi Setelah Ada Gesekan Antara Pesilat

Para tersangka ini berasal dari dua perguruan silat yang berbeda.

Mereka diduga saling berbalas, menyerang kelompok yang berseberangan.

Serangan secara bersama-sama ini dilakukan secara acak, menyasar orang yang mengenakan atribut tertentu.

"Ada sejumlah atribut yang dipakai korban. Tersangka menyerang korban karena atribut ini," ungkap Handono, sambil menunjukkan sejumlah kaus yang menunjukkan komunitas tertentu.

Ada 4 kejadian pengeroyokan yang menjerat para tersangka, masing-masing 30 Oktober 2021 di Tanggunggunung, 2 November 2021 di Desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu, 3 November 2021 di Desa Suruhan Kidul Kecamatan Bandung  dan 14 November 2021 di Kelurahan Bago Kecamatan Tulungagung.

Kapolres menegaskan, para tersangka bertanggung jawab secara pribadi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved