Rabu, 3 Juni 2026

Berita Kediri

RSUD Gambiran Kediri Operasikan Mamografi Skrining Deteksi Kanker Payudara

RSUD Gambiran Kota Kediri menjadi satu-satunya rs di Kediri yang telah memiliki fasilitas layanan mamografi skrining untuk kanker payudara.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Peralatan mamografi skrining yang telah dioperasikan RSUD Gambiran, Kota Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - RSUD Gambiran Kota Kediri menjadi satu-satunya rumah sakit di Kediri yang telah memiliki fasilitas layanan mamografi skrining.

Pemeriksaan kanker payudara atau mamografi skrining dengan detail hanya bisa dilakukan menggunakan foto rontgen khusus. 

Dokter Moddy Melanova, Sp.R., dokter spesialis radiologi RSUD Gambiran menjelaskan, alat bekerja dengan melakukan tes pemindaian untuk melihat gambaran kelenjar payudara dan jaringan di sekitarnya. 

Memanfaatkan sinar X, alat ini mampu memotret jaringan payudara dari empat sisi; atas, bawah dan sisi kanan-kiri, untuk mengantisipasi persebaran tumor atau kanker hingga ketiak.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Radiolog bisa mengevaluasi gambar yang terekam untuk melihat kemungkinan adanya tumor. 

"Alat ini bekerja dengan dua prinsip, yakni skrining dan diagnosa. Skrining untuk pemeriksaan pasien tanpa gejala. Sedangkan diagnosa untuk pasien dengan gejala," kata dr Moddy Melanova, Sp.R, Kamis (2/12/2021).

Mamografi skrining dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada payudara tanpa adanya keluhan. Pemeriksaan ini bisa mendeteksi kanker payudara sejak dini, terutama pada golongan yang berisiko. 

Mamografi diagnosa dilakukan untuk mencari tahu penyebab munculnya keluhan atau perubahan pada payudara, seperti nyeri, benjolan, perubahan warna kulit di sekitar payudara, penebalan puting, atau keluarnya cairan dari puting.

Mamografi diagnosa juga dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil mamografi skrining yang tidak normal.

Dr Moddy Melanova menambahkan, sebenarnya bukan kali pertama RSUD Gambiran memiliki alat mamografi. Namun seiring kebutuhan pasien dan peningkatan layanan kesehatan, RSUD Gambiran memperbarui peralatannya menjadi lebih canggih. 

Ketepatan dan akurasi mamografi sudah tidak diragukan lagi. Jumlah kematian akibat kanker payudara menurun hingga 30 persen, sejak alat tersebut diperkenalkan pada tahun 1970-an.

“Bagi wanita yang berusia di atas 40 tahun kami sarankan melakukan pemeriksaan rutin di RSUD Gambiran. Alat ini memang direkomendasikan untuk pasien usia 40-45 tahun atau tidak sedang menyusui,” jelasnya.

Sedangkan bagi pasien berusia muda yang mengalami gejala atau tidak, bisa melakukan pemeriksaan menggunakan USG di RSUD Gambiran

Hasil USG itu akan dikombinasikan dengan mamografi skrining untuk mendeteksi kemungkinan kanker sejak dini.

Sementara dr Fauzan Adima, Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri menyebutkan, kanker payudara merupakan penyakit dengan prevalensi cukup tinggi di dunia, termasuk di  Indonesia. 

Survei yang dilakukan WHO menyatakan bahwa 8-9 persen wanita mengalami kanker payudara.

Meski memiliki resiko kematian tinggi, masyarakat masih abai dengan penyakit kanker payudara. Data Yayasan Lembaga Kesehatan sedikitnya 70 persen pasien kanker payudara baru datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah dalam keadaan stadium lanjut.

Dijelaskannya, keterbatasan peralatan yang dimiliki rumah sakit turut memperburuk resiko penyakit ini. Masih banyak rumah sakit yang melakukan pemeriksaan kanker menggunakan USG.

"Padahal ada kelainan yang tidak bisa dideteksi seperti mikrokalsifikasi (bintik kecil seperti kapur pada payudara yang bisa menjadi pertanda kanker),” jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved