Breaking News:

Berita Blitar

Sembilan ASN Pemkot Blitar Terima Bansos, Wali Kota Suruh Kembalikan ke Dinsos Karena Bukan Haknya

ASN harus sadar diri, kalau mereka tidak berhak menerima (bansos), kemudian menerima segera kembalikan ke Dinsos untuk disalurkan ke yang berhak

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
Wali Kota Blitar, Santoso 

TRIBUNMATARAMAN.COM I BLITAR - Wali Kota Blitar, Santoso meminta para aparatur sipil negara (ASN) yang telanjur menerima bantuan sosial (bansos) selama pandemi Covid-19 untuk mengembalikan bantuan ke Dinas Sosial. 

Menurut Santoso, ASN tidak boleh menerima bantuan sosial karena sudah mendapat gaji dari negara. 

"Harus mengembalikan (bansos), karena itu bukan haknya. ASN tidak boleh menerima bansos," kata Santoso, Selasa (30/11/2021). 

Santoso juga berharap para ASN sadar diri tidak boleh menerima bansos dari pemerintah. 

Jika ada ASN yang menerima bansos harus segera mengembalikan ke Dinas Sosial agar disalurkan ke masyarakat yang berhak mendapat bansos.

"ASN harus sadar diri, kalau mereka tidak berhak menerima (bansos), kemudian menerima segera kembalikan ke Dinsos untuk disalurkan ke yang berhak," ujarnya. 

Selain itu, Santoso juga berharap data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang menjadi acuan penerima bansos harus terus diperbarui. 

Karena, kata Santoso, tidak menutup kemungkinan ada calon penerima bansos yang sudah meninggal. 

"Data di DTKS harus terus di-update. Karena bisa saja ada calon penerima bansos yang sudah meninggal dunia," ujarnya.

Wali Kota Blitar, Santoso
Wali Kota Blitar, Santoso (tribunmataraman/samsul hadi)

Seperti diketahui, sejumlah ASN di Kota Blitar masuk data penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Berdasarkan hasil temuan BPK terhadap telaah data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) ditemukan ada sembilan ASN di Kota Blitar masuk data penerima bansos dari pemerintah.

Dari sembilan ASN yang masuk DTKS, sebanyak dua orang menerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan empat orang menerima bantuan sosial tunai (BST). 

Sedang tiga orang lainnya tidak menerima bansos tetapi masuk di DTKS.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved