Jumat, 5 Juni 2026

Makan Bergizi Gratis Blitar

Tiga SPPG Lagi Beroperasi di Kota Blitar, 20.000 Anak Terima Manfaat MBG

Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar bertambah

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
SPPG PLOSOKEREP: Pekerja sedang menyiapkan menu makan bergizi gratis di SPPG Plosokerep I, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (29/9/2025). SPPG Plosokerep I mulai beroperasi hari ini. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I BLITAR - Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar, Jawa Timur, terus bertambah. 

Saat ini, ada tiga lagi SPPG mulai beroperasi di Kota Blitar pada Senin (29/9/2025). 

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengatakan tambahan tiga SPPG, itu dua berada di Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan dan satu di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul.

"Dengan tambahan tiga SPPG ini berarti total sekarang sudah ada 6 SPPG yang beroperasi di Kota Blitar," kata Mas Ibin usai meresmikan SPPG di Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. 

Dikatakannya, enam SPPG Kota Blitar yang beroperasi ini mampu melayani menu makan bergizi gratis untuk sekitar 20.000 siswa, balita, dan ibu hamil. 

Sedang jumlah total penerima manfaat program MBG di Kota Blitar sekitar 60.000 orang. 

"Enam SPPG ini melayani sekitar 20.000 orang penerima manfaat program MBG di Kota Blitar. Berarti sudah sepertiga yang mendapat manfaat, karena jumlah total sasaran program MBG di Kota Blitar sekitar 60.000 orang," ujarnya.

Baca juga: Polisi Hentikan Pawai Sound System di Kediri, Lebihi Aturan Batas Waktu

Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin mengatakan, tim Satgas MBG Kota Blitar terus melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program MBG. 

Evaluasi yang dilakukan Satgas MBG, antara lain, terkait penentuan jam makanan dikonsumsi anak. 

Satgas MBG sudah meminta SPPG dan sekolah menentukan jam makanan dikonsumsi oleh para siswa. 

"Karena waktu mengkonsumsi makanan berbeda-beda, anak PAUD dan Tak lebih pagi, lalu baru siswa SD dan SMP. SPPG dan sekolah kami minta menentukan jam konsumsi makanan," katanya. 

Selain itu, kata Dindin, Satgas MBG juga meminta sekolah dan SPPG berkoordinasi soal menu yang diminati anak-anak dengan tetap memperhatikan kandungan gizi.

"Soal menu yang diminati anak, kami minta sekolah dikoordinasi dengan SPPG. Tapi, kandungan gizi harus tetap diperhatikan," ujarnya. 

 

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved