Breaking News:

Berita Nganjuk

Lanjutkan Pembangunan Pasar Kertosono, Pemkab Nganjuk Tempuh Tiga Skema Pembiayaan

Pemkab Nganjuk mempertimbangkan 3 skema pembiayaan demi melanjutkan pembangunan Pasar Kertosono tahun 2022. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Kondisi bangunan Pasar Kertosono yang mangkrak sejak tahun 2019 akibat ketiadaan anggaran melanjutkan pembangunan setelah alokasi anggaran terkena refokusing penanganan Covid-19. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Pemkab Nganjuk mempertimbangkan 3 skema pembiayaan demi melanjutkan pembangunan Pasar Kertosono tahun 2022. 

akni skema pembiayaan pembangunan dari Pemerintah Pusat atau dari Pemerintah Provinsi dan dari APBD Kabupaten Nganjuk.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari usulan ke Pemerintah Pusat atau dari Pemprov Jawa Timur untuk pembiayaan kelanjutan pembangunan Pasar Kertosono.

Walaupun sebenarnya dalam APBD Kabupaten Nganjuk tahun 2022 sudah disiapkan anggaran hingga Rp 15 miliar untuk melanjutkan pembangunan Pasar Kertosono.

"Nanti apabila usulan anggaran pembangunan Pasar Kertosono dari Pemerintah Pusat atau dari Pemprov Jatim turun maka anggaran yang disiapkan dalam APBD tahun 2022 bisa dialihkan untuk membiayai program yang lain. Semoga usulan pembiayaan pembangunan pasar Kertosono tersebut bisa secepatnya ada respon," kata Marhaen Djumadi, Selasa (30/11/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, Pembangunan Pasat Kertosono sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2019 lalu dengan alokasi anggaran sekitar Rp 23 miliar.

Pada tahun 2020 lalu sebenarnya sudah dialokasikan anggaran untuk kelanjutan pembangunan Pasar Kertosono dalam APBD Kabupaten Nganjuk yang mencapai sekitar Rp 37 miliar. Akan tetapi anggaran kelanjutan pembangunan Pasar Kertosono tersebut dilakukan refokusing penanganan Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

"Sehingga anggaran kelanjutan pembangunan Pasar Kertosono habis dan bangunan menjadi mangkrak. Makanya tahun 2022 nanti pembangunan Pasar Kertosono bisa dilanjutkan kembali dengan tiga skema anggaran tersebut dalam pembiayaanya," ucap Maehaen Djumadi.

Memang, diakui Marhaen Djumadi, kelanjutan pembangunan Pasar Kertosono yang diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp 60 miliar tersebut rencananya dilakukan secara bertahap melalui APBD Kabupaten Nganjuk. Akan tetapi melihat keterbatasan anggaran dalam APBD tahun 2022 diambil kebijakan kelanjutan pembangunan Pasar Kertosono tersebut diupayakan mencari bantuan pembiayaan dari APBN ataupun dari APBD tingkat 1 Jawa Timur.

Dengan adanya bantuan pembiayaan kelanjutan pembangunan Pasar Kertosono dari APBN atau APBD Provinsi Jatim, tambah Marhaen Djumadi, akan mempercepat penyelesaian pembangunan Pasar Kertosono. Dan pedagang yang kini berada di Tempat Penampungan Sementar (TPS) bisa segera menempati dan berdagang di Pasar Kertosono.

"Untuk itulah, kami saat ini terus berupaya mendapatkan bantuan pembiayaan kelanjutan pembangunan Pasar Kertosono," tutur Marhaen Djumadi. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved