Berita Malang
ASN Dinkes & Dindik Pemkab Malang Banyak Terlibat Perceraian, Bupati Ingatkan ASN Jangan Selingkuh
Bupati Sanusi, menegaskan kasus perceraian paling banyak ditemukan di Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Dindik).
TRIBUNMATARAMAN.COM I MALANG - Diam-diam Bupati Malang, Muhammad Sanusi memelototi anak buahnya yang terlibat perceraian dan perselingkuhan di jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati Sanusi, menegaskan kasus perceraian banyak sekali ditemukan di Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Dindik).
Dua OPD itu disebut-sebut mendominasi jumlah ASN yang melakukan perceraian di Pemkab Malang.
Perceraian di Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan paling banyak.
"Kami sosialisasi agar tidak banyak melakukan perceraian. Ini memang persoalan pribadi, pasalnya cerai, kematian itu takdir. Cerai ini kan ketahuannya dari izin melakukan perceraian tersebut. Ya nanti dijaga agar tidak ada perceraian lagi," beber Sanusi usai melantik ratusan kepala sekolah Dinas Pendidikan di Pendopo Peringgitan Agung pada Selasa (30/11/2021).
Sanusi mengingatkan, konsekuensi kelanjutan karier jika kedapatan selingkuh.
"Perselingkuhan ini tidak ada sanksi administrastratif. Namun kalau ketemu ya diberi peringatan. Kalau kepala sekolah selingkuh ya dicopot. Kalau camat selingkuh ya digeser. Selama terbukti dan viral," papar pria yang mengawali karir politik sebagai anggota DPRD ini.
Sanusi tak menampik jika pembuktian tindak perselingkuhan begitu semu alias sukar dibuktikan.
Terakhir, ia juga berpesan kepada para ASN agar menjaga perilakukanya dan bersikap profesional terhadap jabatan yang diemban.
Sanusi menilai kesetiaan pada pasangan jadi kunci sukses keharmonisan rumah tangga.
"Susah kan nyari orang selingkuh itu. Pembuktiannya susah. Paling ya sanksinya teguran," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Ilustrasi-selingkuh.jpg)