Breaking News:

Berita Mojokerto

Cuaca Ekstrem Picu Fenomena Hujan Es di Mojokerto

Fenomena hujan es disertai angin kencang terjadi di wilayah Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (29/10/2021).

Editor: eben haezer
ist/kompas.com
ilustrasi 

TRIBUNMATARAMAN.com | MOJOKERTO - Fenomena hujan es disertai angin kencang terjadi di wilayah Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (29/10/2021).

Hujan es seringkali terjadi di Mojokerto saat cuaca ekstrem pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan Oktober-Desember.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Djoko Supangkat mengatakan fenomena hujan es yang disertai angin kencang berada di Kecamatan Mojosari, sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Pohon Tumbang Menimpa Mobil Honda Jazz Saat Hujan Deras di Mojokerto

Kejadian itu berlangsung singkat sekitar 10 menit.

Berdasarkan BMKG, hujan es merupakan dampak peralihan masa transisi (Pancaroba).

"Hujan deras di wilayah Mojosari tadi memang disertai hujan es yang merupakan fenomena cuaca alami dan biasanya terjadi saat cuaca ekstrem," ungkapnya, Jumat (29/10).

Djoko menyebut Tim BPBD kini masih di lapangan untuk mematikan potensi kerusakan yang disebabkan hujan es tersebut.

"Untuk kerusakan akibat hujan es belum dipastikan lantaran masih menunggu laporan anggota yang kini masih terpencar melakukan evakuasi dan pendataan di lapangan," jelasnya.

Mobil Honda Jazz tertimpa pohon Sono yang roboh akibat hujan disertai angin kencang, Jumat (29/10/2021)
Mobil Honda Jazz tertimpa pohon Sono yang roboh akibat hujan disertai angin kencang, Jumat (29/10/2021) (tribunjatim/m romadoni)

Cuaca ekstrem juga menyebabkan angin kencang yang merobohkan pohon-pohon di sejumlah wilayah. Bahkan, pohon tumbang menimpa mobil dan motor di Jl Mojopahit Kecamatan Sooko.

"Kejadian pohon tumbang di sejumlah titik yakni di wilayah Kecamatan Sooko, Pungging dan Mojosari," ucap Djoko.

Sementara itu, Kabid Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Mojokerto, Puji Andriati menjelaskan  musim penghujan kali ini datang lebih awal sehingga masyarakat terutama yang berada di daerah rawan bencana diimbau lebih waspada ketika terjadi hujan.

"Sudah masuk musim hujan namun masih dalam kategori rendah dan nanti November-Desember berpotensi hujan intensitas sedang hingga tinggi," pungkasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved