Breaking News:

Berita Nganjuk

Kegiatan Bedah Rumah Kurang Layak Huni Terus Digulirkan di Kabupaten Nganjuk

Program bedah rumah kurang layak huni di Kabupaten Nganjuk terus digulirkan. Dengan melibatkan Baznas, tahun ini ada 30 unit rumah yang dibedah

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi bersama warga yang rumahnya telah selesai dibedah oleh Baznas Kabupaten Nganjuk 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Program bedah rumah kurang layak huni di Kabupaten Nganjuk terus digulirkan.

Kegiatan bedah rumah tersebut bukan hanya dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk tetapi juga dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, untuk tahun 2021 ini setidaknya ada 30 unit rumah yang masuk dalam program bedah rumah BAZNAS Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan yang dilaksanakan BAZNAS tersebut merupakan bagian dari Program Bedah Rumah yang terus dijalankan Pemkab Nganjuk.

"Tentunya Pemkab Nganjuk mengapresiasi positif kepada BAZNAS yang telah ikut dalam program bedah rumah warga di Kabupaten Nganjuk yang tidak layak huni menjadi layak huni," kata Marhaen Djumadi usai penyerahan kunci rumah warga yang selesai di renovasi dalam program Bedah Rumah oleh BAZNAS Nganjuk di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Rabu (27/10/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, Pemda Nganjuk sendiri untuk tahun ini mentargetkan sebanyak 300 rumah kurang layak huni bisa dilakukan bedah rumah menjadi layak huni.

Demikian halnya dengan Pemerintah Pusat yang juga melaksanakan  program bedah rumah di Kabupaten Nganjuk mencapai 500 hingga 600 unit rumah.

"Dan kamipun tidak ingin ada rumah di Kabupaten Nganjuk yang tidak layah huni nantinya. Makanya program kegiatan bedah rumah akan terus kami jalankan hingga tahun 2024 sesuai target Pemerintah Pusat seluruh rumah di Kabupaten Nganjuk sudah layak huni semuanya," ucap Marhaen Djumadi.

Oleh karena itu, ungkap Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk mengharapkan ada masukan  dari masyarakat untuk rumah siapa saja yang kurang layak sehingga dapat dilakukan bedah rumah. Ini dikarenakan masyarakatlah yang mengetahui kondisi rumah di daerahnya yang dinilai dan dirasa kurang layak untuk diusulkan masuk dalam program kegiatan bedah rumah melalui Pemerintah Desa.

"Pemda akan merespon masukan dari masyarakat tersebut untuk rumah layak masuk dalam program bedah rumah," ujar Marhaen Djumadi.

Sementara Ketua BAZNAS Kabupaten nganjuk, Achmad Hidayat mengatakan, kegiatan bedah rumah kurang layak huni yang dilakukan BAZNAS di Kabupaten Nganjuk dari tahun ketahun mengalami peningkatan jumlah. Y

akni pada tahun 2019 lalu hanya ada 5 rumah yang kurang layak dilakukan bedah rumah oleh BAZNAS. Pada tahun 2020 jumlahnya meningkat menjadi 9 rumah yang dilakukan bedah rumah. Dan pada tahun 2021 setidaknya hingga akhir tahun ini akan ada 30 rumah kurang layak huni yang dimasukkan dalam program bedah rumah BAZNAS Nganjuk.

"Kamipun berharap kegiatan bedah rumah ini selain membantu masyarakat kurang mampu sekaligus membantu program Pemerintah menjadikan rumah di Kabupaten Nganjuk layak huni semuanya," tutur Achmad Hidayat. 

 

--

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved