Breaking News:

Berita Nganjuk

Sebanyak 66.509 Jiwa PBI-JK di Kabupaten Nganjuk Dinonaktifkan Dari Kepesertaan

Sebanyak 66.509 jiwa penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI-JK) di Kabupaten Nganjuk dinonaktifkan status kepesertaannya. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Plt Kadinkes Kabupaten Nganjuk, Rr Heni Rochtanti 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Sebanyak 66.509 jiwa penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI-JK) di Kabupaten Nganjuk dinonaktifkan status kepesertaannya. 

Penonaktifan PBI-JK tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia nomor 92/HUK/2021 tentang Penetapan PBI-JK tahun 2021.

Dalam surat nomor 445/3878/411.303a/2021 tertanggal 19 Oktober 2021, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Rr Heni Rochtanti menyebutkan, penonaktifan kepesertaan warga penerima bantuan iuran jaminan kesehatan diantaranya, karena tidak masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), meninggal dunia dan data ganda.

"Dinonaktifkanya kepesertaan puluhan ribu warga dalam PBI-Jk tersebut tidak hanya di Kabupaten Nganjuk saja, tetapi juga di Daerah-daerah lain di Indonesia," kata Heni Roctanti dalam surat yang ditujukan kepada Puskesmas se-Kabupaten Nganjuk tersebut.

Untuk peserta BPI-JK yang telah dinonaktifkan kepesertaanya, dikatakan Heni Rochtanti. apabila dalam waktu enam bulan ini membutuhkan layanan kesehatan dapat dilakukan reaktivasi sesuai Permensos nomor 21 tahun 2019.

"Reaktivasi tersebut sesuai petunjuk dari Kemensos RI kalau peserta harus memenuhi syarat ditemukan layak membutuhkan layanan kesehatan," ucap Heni Rochtanti.

Selain itu, tambah Heni Rochtanti, langkah-langkah proses reaktivasi sesuai petunjuk Kemensos RI yakni peserta dapat menghubungi BPJS Kesehatan, dan peserta melaporkan diri ke Dinas Sosial setempat dengan membawa JKN-KIS dan Kartu Keluarga serta KTP Elektronik.

"Dan untuk proses selanjutnya peserta bisa meminta informasi ke Dinsos untuk langkah-langkah yang harus dipenuhi untuk aktivasi kepesertaan PBI-JK kembali," tutur Heni Rochtanti dalam suratnya tersebut. (aru/Achmad Amru Muiz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved