Parenting

Jauhkan Anak Dari Adiksi Internet Lewat Aktivitas Bermusik

Adiksiinternet menjadi persoalan serius yang harus diantisipasi setiap orangtua. Mereka sebaiknya mencegah agar anak-anaknya mengalaminya

Penulis: eben haezer | Editor: eben haezer
ist
Sesi press conference peluncuran gerakan Jagoan yang diinisasi yayasan Sejiwa di Ambon 

TRIBUNMATARAMAN.com | Adiksi gawai atau adiksi internet menjadi persoalan serius yang harus diantisipasi setiap orangtua. Mereka sebaiknya mencegah agar anak-anaknya mengalami hal tersebut.

Menurut dr Enjeline Hanafi dari tim divisi Psikiatri Adiksi Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM, selama Mei hingga juli 2020, di 34 provinsi di Indonesia, angka kecanduan internet tercatat sebesar 19,3 persen pada remaja dan 14,4 persen pada dewasa muda.

Berdasarkan survei dr Enjeline dan tim, ada 2.933 remaja mengalami peningkatan durasi online dari 7,27 jam menjadi 11,6 jam perhari selama pandemi covid-19, atau meningkat sekitar 59,7 persen.

"Hal ini harus diintervensi segera karena kecanduan internet menimbulkan dampak negatif bagi otak, fisik, kesehatan jiwa, dan sosial. Hal ini menyebabkan orang sulit membuat keputusan, sulit konsentrasi dan fokus, pengendalian diri buruk, prestasi menurun, kapasitas proses memori menurun, dan kognisi sosial negatif," kata dr Enjeline melalui rilis tertulis.

Untuk mencegah anak kecanduan internet, kata dr Enjeline, memang perlu adanya kegiatan-kegiatan alternatif yang membuat perhatian anak teralihkan dari internet dan gawai.

“Gawai sebagai alat, penggunaannya pada anak butuh pendampingan dan butuh disertai kegiatan lain,” kata dr Enjeline.

Upaya untuk menjauhkan anak dari kecanduan internet telah dimulai di Ambon. Salah satunya melalui dibentuknya kurikulum musik.

Hal ini disampaikan John Sanders, Plt Kepala Dinas Pendidikan kota Ambon.

Dalam peluncuran gerakan Jagoan (Jauhkan Adiksi Gawai, Optimalkan Potensi Anak) di Ambon, yang digelar secara daring oleh yayasan Sejiwa, Sabtu (9/10/2021), John Sanders mengatakan bahwa dibentuknya kurikulum musik di sekolah-sekolah ini bertujuan agar anak-anak tak sibuk dengan kegiatan lain.

“Kami di ambon, setelah ditetapkan sebagai kota musik di dunia, kita buat regulasi terkait dengan pendidikan musik sebagai muatan lokal wajib di pendidikan dasar di kota Ambon,” kata John Sanders.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved