Rabu, 27 Mei 2026

Traveling

Agrowisata Belimbing Karangsari Kota Blitar Buka Kembali, Petani Berharap Ekonomi Cepat Pulih

Agrowisata Belimbing Karangsari di Kota Blitar sudah dibuka kembali. Para petani belimbing pun makin bersemangat menjemput pundi-pundi Rupiah

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman/samsul hadi
Junaidi, petani di Agrowisata Belimbing Karangsari, Kota Blitar, menunjukkan buah belimbingnya, Sabtu (9/10/2021).  

TRIBUNMATARAMAN.com I BLITAR - Heri Sucipto dengan penuh semangat membungkus buah belimbing yang masih di pohon di Agrowisata Belimbing Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Sabtu (9/10/2021). 

Heri yang saat itu dibantu anaknya juga terlihat membersihkan rumput di bawah pohon belimbing miliknya. 

"Agrowisata-nya sudah mulai buka kembali. Sekarang masih bersih-bersih dulu," kata Heri. 

Heri merupakan satu dari 50-an petani belimbing di Agrowisata Belimbing Karangsari.

Sejak terjadi pandemi Covid-19 pada 2020, operasional Agrowisata Belimbing Karangsari sering buka tutup. 

Terakhir, ketika pemerintah menerapkan PPKM Darurat untuk pengendalian kasus Covid-19 pada awal Juli 2021, Agrowisata Belimbing Karangsari tutup total. 

Sekarang, tempat wisata itu sudah bisa buka kembali setelah Kota Blitar ditetapkan sebagai daerah yang melaksanakan uji coba New Normal di masa PPKM Level 1.

Baca juga: Wisata Bukit Gandrung di Kabupaten Kediri Mulai Ramai Pengunjung

Heri bersama petani belimbing lain menyambut gembira pembukaan kembali Agrowisata Belimbing Karangsari

Dengan dibukanya kembali Agrowisata Belimbing Karangsari, Heri berharap ekonomi petani bisa pulih kembali. 

"Kami senang wisata bisa buka kembali. Pendapatan kami paling banyak dari hasil penjualan belimbing ke pengunjung wisata," ujar Heri. 

Dalam kondisi normal saat wisata buka, Heri rata-rata bisa menjual 35-40 kilogram belimbing ke pengunjung per hari. 

"Kalau pas pengunjung ramai bisa sampai satu kuintal," katanya. 

Ketika wisata ditutup, Heri dan para petani belimbing lainnya sangat merasakan dampaknya. 

Dia terpaksa harus menjual belimbing ke pengepul dengan harga murah. 

"Kalau di Agrowisata ini harganya sudah ditetapkan pengelola, yaitu, Rp 10.000 per kilogram. Tapi, kalau jual ke pengepul di luar harganya hanya Rp 4.500-Rp 6.000 per kilogram," ujarnya. 

Baca juga: Uji Coba New Normal, Kuota Jumlah Pengunjung Pusara Bung Karno Kota Blitar Ditambah Jadi 50 Orang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved